|
Ekonomi Bisnis
Tol Cipularang Ambles, Jasa Marga Tegur Adhi Karya
Kamis, 19 Mei 2005 | 00:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT.Jasa Marga Tbk., Syarifudin Alambai, menuding amblasnya ruas jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) di kilometer 91.600 kawasan Batu Datar, Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, sejauh 800 meter dengan ke dalaman rata-rata 20 hingga 50 centimeter, disebabkan oleh kelalaian kontraktor PT.Adhi Karya."Kontraktor, tidak sempurna dalam melaksanakan pekerjaannya,"kata Alambai di Batu Datar.
Terutama, ketika melakukan penimbunan areal sungai yang lebarnya mencapai tujuh meter, yang letaknya persis berada di bawah ruas jalan tol yang amblas tersebut. Sehingga, di bagian dasar timbunan selalu terjadi pergerakan tanah. "Itu yang menyebabkan, lokasi Batu datar ini ambles,"katanya.
Namun, Alambai optimis pengerjaan bekas amblas itu akan rampung seluruhnya dalam satu dua hari kedepan. Menurutnya, di sepanjang jalur jalan tol Cipularang sejauh 41 kilometer tersebut, selama pengerjaanya tercatat ada 12 titik lokasi yang sangat rumit pengerjaannya. Tetapi, jika pekerjaan itu dilakukan secara sungguh-sungguh oleh para kontraktornya, semuanya berjalan mulus. Alambai menyebutkan, kasus Citarentong, di wilayah Cikalong Wetan, Bandung, karena dikerjakan secara sempurna oleh kontraktornya, hasilnya juga bagus. "Padahal, jika dibandingkan dengan kasus Batu Datar, kondisi Citarentong lebih sulit,"katanya.
Atas kelalaian yang dibuat kontraktor Adhi Karya tersebut, Alambai mengaku telah mengeluarkan surat peringatan keras kepada pucuk pimpinan kontraktior plat merah itu yang ditembuskan kepada Menteri Negara BUMN. Isi surat teguran itu intinya, mempertanyakan apakah Adhi Karya masih sanggup menyelesaikan pekerjaannya atau tidak? "Kalau sudah nggak sanggup akan kami ganti,"kata Alambai dengan agak emosi.
Achmad Rizali, General Super Intenden PT.Adhi Karya selaku pelaksana proyek tol Cipularang seksi II antara Cigane-Pasir Honje, menanggapi tudingan Alambai itu, menjawabnya dengan santai. "Kami telah mengerjakan proyek itu secara serius, sesuai dengan desain yang dikeluarkan oleh Jasa Marga,"katanya.
Kalau kemudian terjadi peristiwa amblas, yang salah jelas bukan pelaksana proyeknya, melainkan rancangan desain yang dibuat oleh Jasa Marga itu. Rizali mengaku belum faham betul dengan dilayangkannya surat teguran kepada pucuk pimpinannnya itu. "Terus terang saya belum jelas mendengar kabar itu,"kata Rizali. Untuk memunjukan keseriusannya, Rizali siap menyelesaikan sisa pekerjaan di lokasi yang amblas tersebut sesuai permintaan Jasa Marga, satu dua hari mendatang.
Pengamatan Tempo, di lokasi jalan tol Cipularang yang amblas yakni di kilometer 91.600, mengisyaratkan, bekas lokasi amblas sejauh 800 meter dengan ke dalaman rata-rata 20 hingga 50 centimeter itu, kini sduah rata bahkan telah teraspal kembali. Hanya saja, parataan badan jalan tidak menggunakan beton rigid melainkan oleh hotmix (aspal curah). Bahkan, seluruh kendaraan yang datang dari arah Bandung menuju Jakarta, seluruhnya sudah bisa melalui jalur B itu, yang sehari sebelumnya praktis tak bisa dilewati.
Untuk mengantisipasi amblas susulan di lokasi Batu Datar tersebut, menurut Alambai, pihaknya kini mengambil alih kendali pekerjaan. Pekerjaan yang telah dilakukan diantaranya melakukan upaya penimbunan tanah di pada bagian bahu jalan selebar tiga meteran. Lalu, membuat undakan seperti tangga hingga tigga undakan dengan rata-rata undakan lima meteran menjorok ke arah barat sejauh sekitar 15 meter.
Tidak sampai disitu, Alambai pun telah mendatangkan pakar rekayasa teknolgi dari Instuitut Teknologi Bandung, yang pimpin oleh Aziz Djayaputera. Kepada Tempo Aziz menyatakan, untuk menahan terjadinya amblas susulan, pihaknya akan membuat counter wight dengan cara mengebor tanah dengan besi baja atau bahan lainnya yang dianggap cocok. "Kami masih melakukan studi,"kata Aziz.
Nanang Sutisna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|