Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengelolaan Perusahaan di Indonesia Terburuk di Asean
Kamis, 19 Mei 2005 | 18:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengelolaan perusahaan di Indonesia secara baik (good corporate governance) paling buruk dibandingkan negara Asean lainnya. Pada 2004, ranking Indonesia jauh di bawah Malaysia dan Thailand.

"Country score Indonesia 4,0," kata Mas Ahmad Daniri, Ketua Komite Tetap Good Corporate Governance Kadin Indonesia, Kamis (19/4), di Jakarta.

Skor negara lain seperti Filipina adalah 5,0; Thailand 5,3; Malaysia 6,0; dan Singapura 7,8. Peringkat pengelolaan perusahaan yang baik ini dikelurkan okeh CLSA Asia pada 2004.

Berdasarkan skor, sebenarnya Indonesia meningkat dalam pelaksanaan GCG. Pada 2003 skor Indonesia baru 3,2. "Tapi memang masih tertinggal jauh dari negara lainnya," ujar Mas Ahmad.

Untuk memperbaiki pelaksanaan good corporate governance, Kadin membuka klinik GCG. Kadin, kata Mas Ahmad, menyediakan 35 konsultan untuk membantu perusahaan milik anggota Kadin untuk mengelola perusahaan dengan baik. Untuk mendapatkan layanan konsultasi perusahaan dikenakan biaya Rp 500 ribu.

Dengan ikut klinik GCG, kata Mas Ahmad, perusahaan diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan yang bersih. Pengelolaan yang bersih meliputi bidang pertanggungjawaban, akuntabilitas, kesetaraan, dan transparansi. Sutarto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah (tengah) berbincang dengan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Aburizal Bakrie (kanan) dan salah satu ketua bidang KADIN Indonesia, Mohamad S Hidayat (kiri) menjelang seminar Calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri (tengah), didampingi Ketua Umum Kadin, Mohamad S. Hidayat (kanan), dalam acara dialog
Burhanuddin Abdullah, Aburizal Bakrie dan Mohamad S Hidayat
Megawati Soekarnoputri dan Mohamad S. Hidayat
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jepang Tawarkan Kerja Sama Pemberantasan Korupsi
KPK dan Senator Jakarta Bekerja Sama
Presiden Keluarkan Izin Pemeriksaan Dua Bupati
BPK Temukan Penyelewengan DPRD Kota Bogor
AM Fatwa Laporkan ICW
Puteh Akui Tunjuk Langsung PPM
Pemerintah Dinilai Tidak Perhatikan Sektor Industri Elektronik
Massa Segel Rumah Mantan Presdir Bank ASPAC
KPK Awasi Langsung Pelaksanaan Pilkada
AM Fatwa Somasi ICW
> selengkapnya...


Referensi

Sejahtera Dulu, Baru Berantas Korupsi
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
UU Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
> selengkapnya...

Website

Kadin DKI Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data