|
Sumatera Selatan
Jalan Lintas Timur Sumatera Rusak Parah
Kamis, 19 Mei 2005 | 04:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Jalan Lintas Timur (Jalintim ) antara Palembang - Lampung saat ini makin parah. Dampak dari dialihkannya jalan lintas tengah (Jalinteng), karena ambruknya jembatan Air Lingsing yang menghubungkan Lahat dan Tebing Tinggi di Sumatera Selatan.
Sebelumnya, kondisi Jalintim memang sudah rusak,sebagian
besar badan jalan berlubang, aspal terkelupas dan
berlumpur akibat digerus hujan lebat. Konvoi truk bertonase berat menambah kerusakan itu.
Jalintim merupakan alternatif tercepat mencapai
Lampung dari Palembang atau sebaliknya. Menurut, Riduan Amir, 35 tahun sopir truk, melalui Jalintim tersendat,
karena semua mobil truk menuju arah Sumatera melalui jalan itu. "Memang hampir seluruh ruas jalan penuh lubang dan Lumpur, apalagi sekarang konvoi truk makin ramai. Semua kendaraan dari Medan, Padang dan Riau yang akan ke Jawa lewat Jalintim,"ujarnya ditemui di rumah makan di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan.
Kalau dulu tempuh Palembang-Lampung hanya 6 jam, kini bisa mencapai 12 jam, bahkan lebih , apalagi saat ini
kondisinya rusak parah. "Sepertinya perbaikan selama hampir lima tahun terakhir hanya tambal sulam,"kata Riduan.
Kerusakan paling parah terjadi di sepanjang jalan antara
Desa Dabuk Rejo, Desa Suryoadi hingga Desa Tebing Suluh,
Kecamatan Lempuing, Kabupaten OKI yang berbatasan dengan
Propinsi Lampung. Ruas jalan beberapa desa ini nyaris
putus total. Kendaraan harus bergilir meniti badan jalan.
Selain waktu tempuh makin lama dan harus berhati-hati,
para sopir juga mengeluh karena pengeluaran makin besar,
malah dua kali lipat dari jalur yang biasa. "Selain lama, juga biaya operasional makin besar, ya, BBM
serta makan jadi bertambah,"ujar Riduan. Ia berharap pemerintah segera memecahkan persoalan ini, dan mencari jalan keluar yang terbaik.
Arif Ardiansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|