|
Pengusaha Elektronik Persoalkan Pajak Penghasilan
Rabu, 18 Mei 2005 | 16:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, upaya pengembangan industri elektronik di Indonesia masih terganjal sejumlah kendala.
Beberapa kendala itu, kata Haryadi, antara lain menyangkut persoalan pajak dan maraknya barang-barang elektronik selundupan. "Akibatnya perusahaan asing memandang pasar Indonesia tidak aman,? ujarnya kepada Tempo di Jakarta, Rabu (18/5).
Berkaitan dengan persoalan pajak, Haryadi menyebutkan, pajak penghasilan (PPh) barang elektronik sebesar 30 persen terlalu besar. Persoalan lainnya, pemerintah belum mampu mengamankan jalur distribusi barang elektronik sehingga terjadi penyelundupan. ?Black market ini membuat risau pengusaha elektronik,? ungkapnya.
Mmenurut data Kamar Dagang dan Industri (Kadin), konsumsi barang elektronik di Indonesia pada tahun lalu sebesar Rp 19,7 triliun. Pada 2010, diperkirakan jumlahnya akan melonjak mencapai Rp 50 triliun.
Kadin juga memperkirakan nilai ekspor industri elektronik pada 2010 akan meningkat dua kali lipat, dari US $7,6 miliar menjadi US$ 15 miliar. Produksinya pun akan naik 54 persen, dari Rp 9 triliun menjadi Rp 37 triliun.
Menurut prediksi Kadin, industri elektronik juga akan membawa investasi sebesar US$ 2 miliar dan membuka lapangan kerja bagi 170 ribu orang. Target ini diharapkan akan dapat dipenuhi melalui Klub Pemasaran Elektronik (EMC) yang beranggotakan 35 perusahaan, yang mampu memenuhi 90 persen kebutuhan barang elektronik.
(rini kustiani)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|