|
Ekonomi Bisnis
Kuota Haji Mungkin Naik, Ongkos Tidak
Rabu, 18 Mei 2005 | 15:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah, menurut Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, akan mengupayakan Ongkos Naik Haji (ONH) untuk tahun 2006 tidak naik. "Kami upayakan paling tidak kalau tidak bisa turun (ONH) ya tidak naik. Jadi tidak seperti ONH, ongkos naik haji yang berarti naiik terus saja,"kata Menteri Maftuh, usai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Rabu (18/5).
Pemerintah, menurut Maftuh, ingin membuktikan, ONH bahwa dalam perjalanan haji tahun depan tidak akan naik. "Syukur-syukur bisa turun,"katanya. Maftuh melaporkan kepada Presiden hasil kunjungan kerjanya ke Saudi Arabia beberapa hari lalu untuk mempersiapkan perjalanan haji yang akan datang.
Hasil kunjungan kerja itu antara lain telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Saudi Arabia. MoU tersebut hampir tidak ada perbedaan prinsip dengan MoU tahun lalu. Perbedaannya misalnya pada perjalan haji tahun depan, ketentuan tempat tinggal bagi jemaah haji di Mekkah untuk perjalanan haji sebelumnya adalah 3X1 m untuk tiap jemaah. "Dan pada tahun 2006, ditentukan 3,5X1 m untuk tiap jemaah dengan demikian, ada kemungkinan akan ada kenaikan harga penyewaan,"kata Maftuh.
Namun disamping itu, dalam MoU untuk penyelenggaraan perjalanan haji tahun 2006 ini ada keuntungan yang diperoleh Indonesia. Yakni pada perjalanan haji sebelumnya, tiap jemaah haji dikenakan 50 Real sebagai biaya pelayanan. Dan setiap maktab pihak Indonesia harus memberikan biaya pelayanan bagi petugas maktab. "Pada perjalanan haji tahun depan, jemaah tidak diwajibkan untk membayar biaya pelayanan tersebut. Jika pada perjalanan haji sebelumnya jumlah jemaah 189.000 orang, maka menurut Maftuh, pihak Indonesia bisa memperoleh efisiensi 50 Real dikali 189.000 orang. Kira-kira 9,5 juta Real," ujarnya.
Untuk kuota haji pada perjalan haji tahun 2006 akan tetap berjumlah 205.000 orang jemaah. Menurut Maftuh, jika dihitung dari jumlah penduduk Indonesia, jumlah kuota haji untuk jemaah haji dari Indonesia sebenarnya bisa lebih besar dari 205 ribu orang. "Tapi saya menganggap 205 ribu sudah cukup besar, nanti kalau perbaikan sudah baik, kami akan meminta sesuai dengan kuota yang tersedia,"kata Maftuh.
Pada perjalan haji tahun 2006 nanti kemungkinan Indonesia akan memperoleh kuota haji untuk 207 ribu orang. Namun pihaknya masih belum ingin meningkatkan kuota tersebut.
Dimas Adityo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|