Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Sigit-Gatot Bakal Pimpin BNI
Rabu, 18 Mei 2005 | 02:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Duet Sigit Pramono dan Gatot M. Suwondo kemungkinan besar bakal ditunjuk untuk memimpin PT Bank Negara Indonesia Tbk. dalam rapat umum pemegang saham besok.

Sigit akan tetap ditunjuk sebagai direktur utama, sedangkan Gatot akan mendampinginya sebagai wakil direktur utama.

Sejumlah sumber koran ini menyebutkan, pasangan Sigit dan Gatot mempunyai peluang besar untuk memimpin BNI. "Sigit masih dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya di BNI," ujar sumber itu. Apalagi dia menjabat Dirut BNI baru dua tahun, yakni sejak akhir 2003.

Untuk posisi wakil dirut, nama Gatot semakin menguat untuk menggantikan posisi Arwin Rasyid yang belum jelas akan ditempatkan di mana. Gatot belum lama ini meninggalkan posisinya sebagai Direktur Bank Danamon. Gatot masih merupakan kerabat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sigit Pramono yang dimintai konfirmasi mengaku tak mau berspekulasi atas pencalonan dirinya kembali. Dia mengakui, Wakil Presiden Jusuf Kalla memang sudah menyampaikan di media massa bahwa dirinya akan diminta lebih baik berkonsentrasi di BNI untuk memperkuat bank yang pernah dibobol Rp 1,7 triliun itu.

"Namun, saya harus menghormati proses pengambilan keputusan perusahaan publik," kata Sigit kepada Tempo kemarin. Menurut dia, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas memang akan mengusulkan calon-calon anggota direksi BNI dalam RUPS besok. "Saya tak mau mendahului. Keputusan tetap di tangan pemegang saham BNI."

Saat ditanya apakah dirinya sudah dipanggil Menteri BUMN, Sigit menjawab, "Kalau dipanggil Menteri BUMN sudah sering." Namun, Sigit tak mau memastikan apakah pemanggilan itu terkait pencalonan anggota direksi BNI. Soal fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dari BI, Sigit mengaku sudah mengikutinya karena dirinya masih menjabat Dirut BNI.

Gatot Suwondo membenarkan bahwa dirinya ditawari masuk BNI. Dia juga mengaku sudah mengikuti uji kelayakan BI pada Senin lalu. "Saya diwawancarai soal perbankan secara umum, visi ke depan, dan kiat-kiatnya," ujar Gatot kemarin.

Namun, dia mengaku tidak tahu akan ditempatkan di posisi apa. Dia hanya menekankan, dirinya siap menjalankan jika diberi tugas di BNI. Dia mengelak pencalonannya dikaitkan dengan hubungan kekerabatan dengan Presiden Yudhoyono. "Saya sudah berkarier di perbankan sejak lama. Jadi tidak ada hubungannya."

Deputi Gubernur BI terpilih Siti Ch. Fadjrijah membenarkan, Gatot termasuk salah satu calon anggota direksi BNI. Dia pun memastikan hasil uji kelayakan menunjukkan, Gatot bersih tanpa catatan. "Artinya, dia oke. Tidak ada masalah," ujarnya.

Ditambahkan, uji kelayakan hanya dilakukan pada calon, baik untuk anggota direksi maupun komisaris. "Kalau nama yang diajukan Kementerian BUMN itu masih menjabat sebagai anggota direksi atau komisaris, kami tidak melakukan tes."

Untuk kebutuhan pergantian manajemen BNI, Fadjrijah mengaku melakukan tes kepada 15 calon untuk anggota direksi dan komisaris. "Kebanyakan untuk komisaris."

Fadjrijah membantah ada tekanan dari kelompok tertentu dalam proses uji anggota direksi bank BUMN. "Saya juga tidak mau di-pressure
Heri Susanto/Anne L Handayani - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan pada acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209]. Direktur Utama Bank BNI, Saifuddien Hasan dan  Direktur Utama BNI Securities, Suryo Danisworo berbincang- bincang usai acara launching produk BNI  terbaru yaitu BNI Investement yang merupakan hasil kerja sama antara Bank BNI dan BNI Securities di gedung BNI '46 di Jl. Sudirman, Jakarta, 25 Oktober 2002. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K11A/167/2002; 20021209].
Saifuddien Hasan
Suryo Danisworo dan Saifuddien Hasan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

13 Bank Nasional Bentuk Sindikasi Kredit
BNI Secuirities Targetkan Kuasai 10 - 12 Persen Pangsa Pasar Reksa Dana
Adrian Waworuntu Dihukum Seumur Hidup
Sidang Kasus Pembobolan BNI Pondok Indah, Senin
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
Jaksa Kasus Adrian Berkukuh Tuntut Pidana Seumur Hidup
Rudi Sutopo dan Istri Saksi di Persidangan Pelanggaran Disiplin Polisi
Adrian Waworuntu Jadi Saksi Persidangan Pelanggaran Kode Etik Polisi
Adrian Dituntut Seumur Hidup
Adrian Tolak Disebut Tokoh Kunci dalam Kasus Pembobolan BNI
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 32 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. BNI Tbk Dalam Rangka Program Rekapitalisasi Bank Umum
PP RI No. 52 Tahun 1999 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BNI Tbk, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BRI, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BTN, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Ma

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Buruh Bentrok Dengan Satgas KJRI di Hongkong
Masyarakat Lebih Akrab dengan Mencoblos
Pemungutan Suara Pemilu 2009 Memakan Waktu Lebih Lama
Soetrisno Bachir Harapkan Gaet Pendukung Gus Dur
Biaya Operasional Pengelolaan Sampah Minim

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data