Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Anton: Unggas yang Positif Flu Burung Harus Dimusnahkan
Sabtu, 14 Mei 2005 | 16:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertanian Anton Apriyantono menegaskan, unggas yang positif terkena flu burung harus segera di-stamping out (ditandai) dan dimusnahkan. Tindakan ini dilakukan supaya flu burung (avian flu) tidak menyebar ke daerah lain.

Menurut Menteri, sebelumnya pernah terjadi ketika para peternak tidak mengizinkan petugas dari Dinas Peternakan menandai unggas yang sudah terkena flu burung. Alasan para peternak, jika sudah ditandai tidak akan laku lagi di pasar. "Akibatnya, virus itu bisa menyebar (ke mana-mana)," kata Anton di Jakarta.

Pemerintah, kata Anton, telah menyiapkan sembilan strategi penanggulangan flu burung, antara lain memberikan vaksinasi gratis secara teratur dengan stok vaksin di pusat sebanyak 49,95 juta dosis atau melakukan depopulasi (pemusnahan terbatas) di daerah tertular. Ini dilakukan pemerintah di Sukabumi, Cirebon, dan Sulawesi Selatan ketika belum lama ini flu burung kembali mewabah di daerah-daerah itu.

Dia juga mengakui, pemerintah kesulitan mengawasi lalu lintas unggas di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti di Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Mengawasi lalu lintas unggas terutama ke daerah yang belum terserang AI, seperti Sulawesi Utara. "Namun, pemerintah mengakui memang masih sulit untuk mengawasi lalu lintas unggas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia," ujar Anton.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian, sejak munculnya wabah flu burung pada September 2003 hingga akhir April 2005 telah menyebabkan 16 juta ekor unggas mati terkena flu burung. Sebanyak 16 juta ekor unggas ini diproduksi dari 5,2 juta rumah tangga peternak di 30 provinsi.

Rini Kustiani – Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sumatera Selatan Bebas Flu Burung
Deptan Meneliti Infeksi Flu Burung Pada Babi
Pemerintah Optimistis Bebas Flu Burung 2007
Wabah Flu Burung di Jawa Tengah Meluas
Warga Khawatir Terjangkit Flu Burung
Flu Burung di Sulawesi Selatan Sudah Bisa Diatasi
Penurunan Penjualan Ayam Kampung Terjadi di Dua Pasar
“Pinrang dan Pare-Pare Bebas Flu Burung”
Jabar Masih Pasok Ayam untuk Jakarta
Ribuan Burung Puyuh di Solo Mati
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade
Amrozy cs Dikunjungi Kerabat
Mahasiswa Kediri Demo Tuntut Pengusutan Dana Hibah Persik

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data