Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Rp 90 Triliun Buat Subsidi BBM
Jum'at, 13 Mei 2005 | 17:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, Departemen Keuangan, Mulia Nasution, menyatakan pemerintah memiliki dana yang cukup untuk membiayai subsidi BBM sebesar Rp 90 triliun. Namun, menurut Mulia, subsidi BBM termasuk masalah yang cukup mendesak sehingga harus dibahas dengan panitia anggaran DPR. "Dana sudah tersedia, tapi karena PAGU yang ditetapkan di APBN 2005 sudah terlampaui, kami perlu melaporkannya pada DPR,"ujar Mulia di Depkeu Jumat (13/5).

Menurut Mulia, secara prinsip, perhitungan nilai subsidi Rp 90 triliun berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Prinsipnya, Kementerian ESDM yang tahu perhitungannya. Depkeu hanya menyediakan dana. Tapi, tentu kami akan juga mengeceknya di Dirjen anggaran dan perimbangan keuangan,"kata Mulia.

Pembiayaan subsidi BBM, telah ditetapkan sebesar Rp 1,2 triliun per bulan mulai Mei 2005. "Sisanya kami usahakan. Mudah-mudahan pendapatan bisa meningkat. Tapi jika perhitungannya memang sebesar Rp 90 triliun, tentu kami akan exercise lagi,"kata Mulia.

Terkait lonjakan harga minyak, Mulia menyatakan, secara perhitungan anggaran, senyatanya peningkatan harga minyak mentah internasional juga berarti peningkatan pendapatan pemerintah. "Kalau pun harga minyak naik sampai 50 US$ per barel, itu masih aman bagi anggaran. Hanya, ada aspek cash flow yang harus kita perhatikan,"ujar Mulia.

Bagi Mulia, kenyataan harga rata-rata minyak mentah internasional dari Juni sampai April yang mencapai US$ 50 per barel, perlu menjadi pertimbangan dalam keputusan akhir APBN Perubahan. "Tapi sejauh ini nilai yang diusulkan pemerintah adalah US$ 35 per barel,"katanya.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Keuangan PT.Pertamina Dibenahi
Pemerintah Sudah Bayar Rp 3,3 Triliun ke Pertamina
Karyawan Texmaco Demo ke Depkeu
Dana Cadangan Bisa Untuk Mensubsidi Pertamina
Beban Bunga Utang Indonesia Cuma 1,3 persen.
Pengadaan 1.000 Bus dari Inggris Terancam Batal
Pemerintah Lepas Obligasi Negara Senilai Rp 3 Triliun
Anggaran Untuk Departemen Baru Sudah Final
Pemerintah Terbitkan Global Bond Senilai US$ 1 Miliar
Pemerintah Belum Tetapkan Harga Obligasi Dolar
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data