Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

IMF Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5 Persen Pertahun
Kamis, 12 Mei 2005 | 17:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:International Monetary Fund (IMF) optimis target pertumbuhan ekonomi di Indoensia sebesar lima persen per tahun dapat tercapai. "Ya saya yakin target tersebut dapat dicapai,” kata Division Chief Asia and Pasific Departement IMF, Odd Per Brekk di gedung DPR/MPR, Kamis (12/5).

Untuk mencapai target itu, menurut dia, pemerintahan yang baru saat ini harus segera melakukan beberapa upaya yang menjadi prioritas di bidang perekonomian. Seperti memperbaiki manajemen masing-masing sektor yang menangani perekonomian, menekan laju inflasi, dan menarik kembali para investor.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemberantasan korupsi. Sebab, penegakan hukum di Indonesia juga berpengaruh terhadap kredibilitas Indonesia di mata Investor. "Pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran juga harus dijadikan prioritas pemerintah," katanya.

Bank Indonesia sendiri, tambah Odd, dalam pertumbuhan ekonomi juga merupakan salah satu kunci pokok. Sebab, kebijakan yang diterapkan BI sangat berdampak luas bagi perekonomian Indonesia. Ia mencontohkan adanya peningkatan angka inflasi di Indonesia sebagai dampak kebijakan BI.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Senior Resident Representative Jakarta Office IMF, Stephen Schwartz. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi saat ini tidak hanya terbatas pada 5 persen per tahun. Ia bahkan optimis pertumbuhan ekonomi mampu mencapai enam hingga tujuh persen per tahun. Suryani Ika Sari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Berbagai poster dan spanduk pada protes anti IMF oleh HMI di Departemen Keuangan [ Rully Kesuma/DR; 20000803 ] Kepala Perwakilan IMF (International Monetary Fund) untuk Indonesia, David Nellor  di kantornya komplek Bank Indonesia (BI),  Jakarta, Kamis, 22/05/2003. [TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030521].
David Nellor
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

IMF Bertemu Jaksa Agung
Aburizal Bakrie: Defisit Indonesia Terendah di Asia
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
Miranda: API Penting untuk Antisipasi Krisis
Pemerintah Harapkan APBN-P Dapat Diajukan April
Pemerintah Perkirakan Realisasi Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lampaui Target
LIPI: Pemerintah Seharusnya Lebih Bisa Genjot Pertumbuhan Ekonomi
?Birokrasi Masih Hambat Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu?
Deutsche Bank: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Melambat
Jusuf Kalla: Keputusan Paris Club Belum Final
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Siaran Liga Inggris Astro Sampai Akhir September
Bangun di Lahan Konservasi Kena Pajak Tinggi
PT Askes Akan Tempuh Jalur Hukum
Gitar Gosong Jimi Hendrix Terjual Rp 4,8 Miliar
Bupati Purworejo: Presiden Tak Promosi Super Toy

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data