Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Uni Eropa Menunda Ekspor Komoditas Perikanan
Jum'at, 06 Mei 2005 | 03:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Uni Eropa menunda ekpor komoditas perikanan dari 16 perusahaan perikanan asal Indonesia, karena dinilai mengandung histamine dalam produk tuna. Selain itu, sebanyak 11 perusahaan lainnya sudah di delisting atau dicabut ijin ekspornya dengan cara mencabut nomor pengesahan ekspor oleh Departemen Kelautan dan Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numbey, membantah adanya kandungan histamine dalam produk tuna tersebut. Pemerintah Indonesia mengajukan keberatan dalam pertemuan dengan Komisi Kesehatan dan Perlindungan Konsumen Uni Eropa, karena kandungan histamine yang ditemukan berada di pasar eceran dan lolos dari port of entry negara Uni Eropa. "Komisi Eropa menyatakan akan melakukan review terhadap eksportir yang terkena penundaan ekspor,"kata Menteri Freddy.

Penundaan ekspor terhadap 16 perusahaan ikan Indonesia ke Uni Eropa dilakukan sejak November 2004 lalu. "Untuk sementara jangan melakukan ekspor dulu sampai nanti datang tim inspeksi Bulan September 2005,"ujar Freddy. Inspeksi ini akan mengevaluasi proses penangkapan komoditi perikanan, alat tangkap yang digunakan dan sanitasi. "Akan diberlakukan prosedur yang sama di semua negara di dunia,"ujarnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana kerjasama bilateral antara Uni Eropa dengan Indonesia di bidang perikanan yang berorientasi pembangunan perikanan yang berkelanjutan (consolidated package) mulai dari bidang penangkapan (joint venture), pengolahan dan pemasaran termasuk dalam pengurangan tarif impor produk perikanan dan perluasan akhir pasar produk perikanan dari Indonesia ke Uni Eropa. Uni Eropa akan bantu Capacity Building Perikanan Indonesia.

Dalam pameran produk perikanan yang diselenggarakan di Uni Eropa. Freddy Numbery menyatakan, saat ini pangsa pasar ekspor produk perikanan dari Indonesia ke Uni Eropa baru sekitar 1 persen. "Untuk ke depan kami harap akan meningkat sampai 5 persen dari nilai ekspor atau akan meningkat dari US $ 300 menjadi US $ 700 pada tahun 2007,"ujarnya.

Pameran produk perikanan itu dihadiri 12 perusahaan Indonesia, dalam kesempatan itu sudah dibuat kontrak kerjasama untuk impor produk perikanan Indonesia sebesar US $ 3 juta. Freddy menegaskan, pada pameran berikutnya, pemerintah akan memperluas kapasitas areal pameran. "Areal produk Indonesia untuk pameran sekarang baru 150 meter persegi, dan pada pameran berikutnya akan diperluas menjadi 200 meter persegi,"kata Freddy.

Rini Kustiani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ] Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sulsel Ekspor Beras ke Afrika Selatan
Asmindo Menolak Dibukanya Ekspor Bahan Baku Rotan
APRI Tuntut Keadilan Berusaha Pengusaha Rotan
Produsen Tekstil Minta Hambatan Ekspor di AS dan Uni Eropa Dihilangkan
Menteri Perindustrian: Kelebihan Pasokan Rotan Tidak Diekspor
Pengusaha Rotan Desak Larangan Ekspor Rotan Segera Direvisi
Pemerintah Ajukan Pemberian Fasilitas GSP ke Amerika Serikat
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Makanan Halal Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Ekspor Makanan ke Australia Terhambat
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Nasib Porto Belum Jelas
Manchester City Kembali Boyong Shaun Wright-Phillips
Kenyon: Sheva Pantas Kami Beli
Wajib Pajak dan Objek Pajak Diperluas
Sampel DNA Dua "Asrori" Akan dicocokkan

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data