Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

Pemerintah Tetap Pertahankan PIM
Rabu, 04 Mei 2005 | 14:27 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Pemerintah akan tetap mempertahankan keberadaan PT Pupuk Iskandar Muda. Demikian ditegaskan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perindustrian, Perdagangan, dan Pemberdayaan UKM Dipo Alam usai pertemuan dangan pemerintah daerah Aceh Utara, tokoh masyarakat, dan direksi PIM.

Dipo menuturkan, PIM harus tetap dipertahankan karena dibangun dengan pinjaman dari Jepang atas nama pemerintah Indonesia. ?Jadi PIM merupakan tanggungan negara dari awal,? kata Dipo dia kepada para wartawan di Lhokseumawe, Selasa (3/5) malam.

Pinjaman itu, papar dia, merupakan two steps loan dari Japan Bank for International Coorporation (JBIC) sebesar US$ 300 juta. ?Artinya, Departeman Keuangan harus membayar ke Jepang setelah PIM membayar ke Departemen Keuangan,? ujar Dipo.

Dipo menyayangkan pernyataan Menko Perekonomian yang pernah mengatakan akan menutup PIM sebagai salah satu opsi. ?Kalau ada yang bilang ini bukan tanggungan negara, kurang tepat. Karena, Jepang tak akan memberikan pinjaman kalau itu bukan jaminan dari negara,? paparnya.

Salah satu opsi yang diajukan untuk PIM, menurut dia, adalah pola drop, yakni mengurangi jumlah ekspor gas yang ada dalam kontrak penjualan untuk kemudian dibayar pada tahun yang akan datang. ?Artinya, kalau kita drop, kita punya kewajiban apa yang kurang akan kita berikan kemudian,? paparnya.

Mengenai keberadaan kontrak ekspor, dikatakannya, hal itu tergantung pada kemauan politik pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Dipo, bisa mengirimkan menterinya untuk melobi negara-negara pengimpor gas Indonesia agar mau mengurangi pemmbeliannya, supaya keberlangsungan industri Aceh terjaga. Pasalnya, kondisi Aceh terbilang khusus. ?Ada otonomi khusus, darurat sipil dan militer, juga korban tsunami,? kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Dipo juga mengutarakan kekhawatirannya jika masyarakat Aceh Utara melakukan class action terhadap pemerintah. Langkah itu memungkinkan sebab pemerintah sudah berjanji akan menuntaskan masalah PIM dan masuk dalam program 100 hari.

Tito Sianipar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla : Pemerintah Tak Ingin PIM Tutup
Karyawan PT PIM Unjuk Rasa
Pupuk Iskandar Muda Tetap Khawatirkan Pasokan Gas
Merger Dua BUMN Pupuk Sedang Dikaji
2004, Pupuk Iskandar Muda Sulit Raih Laba


Website

PT Pupuk Iskandar Muda


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Lawan Napoli, Roma Tanpa Napoli
Badai Gustav Menewaskan 22 Orang di Karibia
Moya dan Na Li Susah Payah ke Putaran Kedua
Digerebek, Lapak Judi Beromset Puluhan Juta Rupiah
Kombinasi Desain dan Fitur Mutakhir dari Canon

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data