Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

BPS: Ekspor Maret Naik 13,68 persen
Senin, 02 Mei 2005 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pusat Statistik Choiril Maksum menyatakan, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2005 mengalami peningkatan 13,68 persen, dari US$ 6,38 miliar pada Februari menjadi US$ 7,25 miliar. Secara kumulatif (Januari-Maret), ekpsor ini meningkat 31,39 persen dibanding periode serupa tahun sebelumnya.

Menurut Choiril, peningkatan ekspor Maret disebabkan oleh naiknnya ekspor non migas sebesar 8,75 persen, dari US$ 5.040,3 juta menjadi US$ 5.481,4 juta. Kenaikkan itu juga terjadi karena meningkatnya ekspor migas 31,99 persen dari US$ 1.338,3 juta menjadi US$ 1.766,4 juta. Penyebab utama peningkatan ekspor migas itu dipicu oleh kenaikan ekspor minyak mentah 45,17 persen, kenaikan ekspor hasil minyak 49,76 persen dan kenaikan ekspor gas alam 17,02 persen.

"Peningkatan nilai ekspor minyak mentah terjadi karena melonjaknya harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia, dari US$ 44,74 per barel pada Februari 2005 menjadi US$ 53,00 pada Maret 2005," papar Choiril di Jakarta kemarin.

Adapun mengenai ekspor non migas Maret 2005, Choiril menuturkan, peningkatan terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 146,5 juta. Sementara itu penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral khususnya batu bara sebesar US$ 76,4 juta.

Komoditi non migas lain yang ekspornya meningkat adalah bijih, kerak, abu logam sebesar US$ 98,6 juta. Perabot dan penerangan rumah sebesar US$ 57,1 juta, kayu dan barang dari kayu sebesar US$ 20,1 juta dan mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US 17,6 juta.

Sedangkan, komoditi non migas yang ekspornya menurun pada Maret 2005 adalah tembaga sebesar US$ 33,3 juta, mesin/peralatan listrik 32,6 juta, pakaian jadi bukan rajutan US$ 15,7 juta, serta barang-barang rajutan US$ 15,6 juta.

BPS mencatat, ekspor terbesar terjadi ke Jepang yakni US$ 883 juta, disusul Amerika Serikat US$ 862,8 juta, dan Singapura US$ 630 juta. "Ekspor ke tiga negara itu mencapai 43,34 persen terhadap total ekspor,? ujar Choiril.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731]. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731].
Soedarti Surbakti
Soedarti Surbakti
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BPS: Inflasi April 0,34 persen
Dua Juta Orang Miskin Baru Akibat Tsunami di Asia
BPS: Februari Deflasi 0,17 Persen
Menkeu: Angka Deflasi Menggembirakan
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Inflasi Januari-Desember 2004 Capai 6,4 Persen
Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Ekspor Tembus US$ 7 Miliar
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Impor Minyak Indonesia Tertinggi Dalam Sejarah
> selengkapnya...


Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data