Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi & Bisnis

BPS: Inflasi April 0,34 persen
Senin, 02 Mei 2005 | 20:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pusat Statistik Choiril Maksum mengumumkan inflasi April 2005 mencapai 0,34 persen. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan inflasi Maret yang mencapai 1,91 persen.

Sementara itu, laju inflasi tahun kalender (Januari-April 2005) sebesar 3,54 persen. Sedangkan, inflasi tahunan--April 2005 terhadap April 2004 (year on year)--mencapai 8,12 persen. Inflasi tahunan ini juga lebih kecil dibandingkan inflasi tahunan Maret sebesar 8,81 persen.

Choiril menuturkan, inflasi terjadi di 32 kota dari 45 kota yang menjadi cakupan survei BPS. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh, 4,45 persen. Yang terendah terjadi di Serang, Cilegon 0,03 persen.

Inflasi April, menurut dia, disebabkan kenaikan harga pada kelompok barang dan jasa. Rinciannya adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,57 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,61 persen; kelompok sandang naik 0,33 persen, kelompok kesehatan naik 0,30 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,12 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,44 persen. Sementara kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama April 2005 antara lain: cabe merah, kontrak rumah, tarif angkutan dalam kota, mie, susu bubuk, buncis, tomat sayur, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, donat, nasi dengan lauk, sate, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, tarif tukang bukan mandor, tarif air minum/PAM, pembasmi nyamuk cair, pengharum cucian, tarif pembantu rumah tangga, emas perhiasan, tarif angkutan antar kota dan tarif taksi.

Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga adalah beras, daging ayam ras, ikan segar, kentang, anggur, telur ayam ras, kangkung, wortel dan bayam.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731]. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Soedarti Surbakti di kantornya, Jl. Dr. Sutomo, Jakarta, 17 Juli 2003. [TEMPO/ Lourentius EP; K16A/357/2003; 20030731].
Soedarti Surbakti
Soedarti Surbakti
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Juta Orang Miskin Baru Akibat Tsunami di Asia
BPS: Februari Deflasi 0,17 Persen
Menkeu: Angka Deflasi Menggembirakan
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Inflasi Januari-Desember 2004 Capai 6,4 Persen
Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Ekspor Tembus US$ 7 Miliar
Tahun Ini Indonesia Swasembada Beras
Impor Minyak Indonesia Tertinggi Dalam Sejarah
Harga Gabah Semua Kualitas Turun
> selengkapnya...


Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data