Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Reksadana Syariah Tak Kena Redemption
Sabtu, 30 April 2005 | 16:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pimpinan Konsultan Batasa Tazkia Muhammad Syafii Antonio menyatakan redemption atau pencairan dalam jumlah besar lebih awal dari tanggal jatuh tempo, reksadana beberapa waktu lalu tidak menghinggapi industri reksadana syariah. "Kalau reksadana syariah tidak terpengaruh,"ujarnya pada TEMPO, Sabtu (30/4) di Jakarta.

Karena, ada ketentuan mengikat nasabah untuk menjual reksadana syariah untuk mencairkan dananya. Sehingga, akibat pencairan reksadana tidak terlalu terasa. "Redemption reksadana syariah ada. Tapi di reksadana syariah, jika mau mencairkan dana, harus dengan cara menjual reksadana syariah tersebut dahulu,"kata Antonio.

Selain itu, pengaruh redemption reksadana besar-besaran kemarin tidak mempengaruhi reksadana syariah. Karena tingginya tingkat return pada reksadana syariah. "Karena return-nya reksadana syariah agak besar. Paling besar di Batasa Tazkia, yang saat ini 11-13,5 persen per tahun. Dan dana kelolaannya sebesar Rp 150-160 miliar,"kata Syafii Antonio.

Hal senada juga diutarakan Kepala Divisi Pengembangan Produk Bank Syariah Mandiri (BSM) Agus Syabarrudin. "Ini saat yang baik bagi investor yang terkena isu marked to market untuk membeli reksadana syariah,"katanya. Reksadana syariah tidak hanya memperhatikan tingkat return bagi nasabah, tapi juga tingkat risikonya.

Selain itu, dari data di BSM menunjukkan adanya tren migrasi dari nasabah reksadana konvensional menjadi reksadana syariah sejak Januari 2005 yang lalu. "ecara harian, ada migrasi dari reksadana konvesional ke syariah sebesar Rp 200-500 juta,"kata Agus.

Rr. Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan informasi  daftar suku bunga di Bank Muamalat Indonesia, Jl. Sudirman Jakarta, 18 Juli 2002. [TEMPO/ Rendra, K8A/482/2002; 20020723] Brosur produk Bank Muamalat Indonesia di Jl. Sudirman Jakarta, 18 Juli 2002. [TEMPO/ Rendra, K8A/481/2002; 20020723]<br>Dimuat majalah TEMPO 20021124-119
Bank Muamalat
Bank Muamalat
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Reksadana Juga Perlu Jaring Pengaman
Kenaikan Suku Bunga SBI Dinilai Terlalu Tinggi
Penunjang Keuangan Syariah Didirikan
BNI Secuirities Targetkan Kuasai 10 - 12 Persen Pangsa Pasar Reksa Dana
Mekanisme Meredam Gejolak Reksa Dana Segera Dibakukan
Ekonom Optimistis Pasar Reksa Dana Segera Pulih
Ekonom : Dana Bakal Masuk Lagi ke Reksadana
Bapepam Antisipasi Pengaruh Redemption
"Reksadana Butuh Kebijakan Pasar Penuh"
Investasi Langsung Masih Belum Menjadi Tren
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dijual, Mercedes Bekas Diana!
Kaum Muda Australia Tak Khawatir dengan Indonesia
Massa Pendukung Syahrial-Helmy Datangi KPUD Sumsel
Tommy Lee Jones Tuntut Ganti Rugi ke Paramount
Yuriko Koike, Calon Perdana Menteri Wanita Jepang Pertama

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data