Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Kaji Insentif Gas
Jum'at, 29 April 2005 | 18:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sedang mengkaji pemberian insentif untuk lapangan gas marginal. Insentif ini diberikan dengan syarat hasil produksi gas digunakan untuk pasar dalam negeri.

"Insentif ini diberikan untuk meningkatkan penggunaan gas domestik (dalam negeri)," kata Kardaya Warnika, Kepala BP Migas, di Jakarta, Jumat (29/4).

Kardaya menandaskan, pemberian insentif itu akan diluncurkan dalam tahun ini dan sedang dibicarakan bentuk maupun cara pemberian insentif. "Kami masih membahasnya," ujarnya.

Kriteria lapangan marginal gas, kata Kardaya, sama dengan lapangan marginal minyak. Menurutnya, lapangan minyak marginal adalah suatu lapangan belum ekonomis untuk dapat dikembangkan. "Karena itu diberi insentif," katanya.

Sebelumnya pemerintah juga telah mengeluarkan pemberian insentif bagi kontraktor yang mengembangkan lapangan marginal. Insentif tersebut berupa tambahan pengembalian biaya operasi sebesar 20 persen pada lapangan marginal yang dikembangkan. "Tapi mereka yang dapat bila expectation return-nya kurang dari 15 persen," tambah Kardaya.

Insentif lapangan marginal diberikan pada delapan kontraktor bagi hasil yang mengelola 30 lapangan marginal tersebar di seluruh Indonesia. Delapan kontraktor itu adalah Pertamina (tiga lapangan), Medco (dua lapangan), China National Offshore Oil Company (CNOOC) (enam lapangan), Energi Mega Persada (dua lapangan), Premier (satu lapangan), BP (sembilan lapangan), Caltex Pasific Indonesia (dua lapangan), dan Kondur Petroleum (lima lapangan).

muhamad fasabeni

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116 Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
Pengeboran Minyak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengelola Lapangan Migas Marginal Dapat Insentif 20 Persen
Keanggotaan Indonesia di OPEC Masih Dikaji
KADIN Minta Ekspor Minyak Mentah Dihentikan
Pengelola Lapangan Migas Marginal Dapat Insentif
Perundingan Blok Cepu Dibuka Kembali
BP Migas Siap Perpanjang Cadangan Minyak
Pemerintah Masih Mengkaji Keanggotaan OPEC
Indonesia Serahkan Kuota Produksi ke OPEC
ConocoPhilips akan Angkut Minyak dengan Kapal Tongkang
Daerah Boleh Bangun Kilang Minyak
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data