Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Kaji Upaya Turunkan Impor Minyak
Kamis, 28 April 2005 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan penurunan impor bahan bakar minyak (BBM) dengan cara membeli minyak mentah dari para perusahaan Kontraktor Production Sharing (KPS) di Indonesia.

"Dari pada dijual ke penyulingan minyak (refinary) di luar negeri, lebih baik dibeli oleh Pertamina dengan harga pasar," kata Menteri BUMN Sugiharto di kompleks Istana Presiden, Jumat (29/4).

Sugiharto mengungkapkan, soal rencana pembelian dan penentuan harga itu masih akan didiskusikan dengan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Namun, dia membayangkan, harga pasar yang dimaksud lebih tinggi dari Indonesian Crude Price (ICP). " Harganya misalnya plus berapa. Tapi belum tahu nilai pastinya," ujar Sugiharto

Dia memastikan, dengan membeli minyak mentah dari KPS, Pertamina bisa membantu memenuhi pasokan kebutuhan BBM dalam negeri. Ditanya soal kecocokan jenis minyak mentah itu dengan jenis kilang milik Pertamina, ia mengatakan memang ada beberapa yang belum cocok. Namun cara ini akan dicarikan solusi dengan mekanisme swap (pertukaran).

Selain itu, lanjut Sugiharto, pemerintah juga akan mengkampanyekan program hemat energi, sehingga tingkat konsumsi energi dalam negeri tidak terus meningkat.

Terkait dengan kontrol pembelian dolar oleh Pertamina, ia mengatakan hal itu telah disepakati dengan Bank Indonesia. Rencana membeli minyak mentah dari KPS juga merupakan upaya untuk kurangi permintaan dolar Pertamina yang bertugas mengimpor minyak.

Setiap bulannya, kata dia, Pertamina harus membeli dolar sekitar US$1,1 miliar. "Kondisi mempengaruhi kondisi pasar uang domestik," ujarnya. Dengan penyediaan dolar oleh Bank Indonesia seperti yang telah disetujui, maka permintaan dolar ini akan bisa lebih terkendali.

budi riza


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kebijakan Kenaikan BBM Dinilai Tak Berlandaskan Teori Ekonomi
Depdiknas Masih Pikirkan Alokasi Dana Kompensasi BBM
Anggota DPR yang Mogok Makan Dilarikan ke Rumah Sakit
PDIP Walk Out dari Rapat Paripurna
“Pencabutan Kebijakan Kenaikan BBM Takkan Turunkan Harga”
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Arbi Sanit: Wajar Aksi Fisik Anggota DPR tentang BBM
UNHCR di Aceh Akan Tutup Kantor
Nelayan Kepulauan Seribu Keluhkan Mahalnya Harga Solar
Komandan Brimob Akui Anggotanya Pemicu Bentrokan di Nabire
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data