Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden: Pemerintah Berkoordinasi dengan BI Untuk Jaga Nilai Tukar Rupiah
Rabu, 27 April 2005 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia untuk merespons dan mengantisipasi menurunnya indeks saham dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini.

"Sebagai kepala negara, saya harus melakukan respons yang cepat dan tepat. Kemarin, sudah dilakukan koordinasi dengan BI, " kata Presiden saat mekukan inspeksi mendadak 10 menit sebelum penutupan IHSG, Rabu (27/4).

Koordinasi yang dilakukan antara lain, pengelolaan yang dilakukan terhadap pembelian besar-besaran dolar AS oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pembelian dolar oleh BUMN, kata dia, harus dikelola sehingga tidak melebihi kapasitas yang sepantasnya terjadi. Apalagi Presiden, di saat terjadi pembelian besar-besaran ada ulah spekulan yang kadang-kadang menambah besarnya volume pembelian dollar AS.
"Oleh karena itu, kami atur dengan baik sehingga tidak mengganggu pengelolaan dan pergerakan rupiah, " ujarnya.

Atas dasar itu, Presiden menilai sinkronisasi antara BI, BUMN dan Menteri Keuangan harus dipererat untuk memelihara nilai tukar yang baik.

Sementara itu, Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Menteri Negara BUMN Sugiharto untuk mengkoordinir permintaan dolar yang ada. "Semuanya harus dikoordinasikan dengan baik. BUMN \'kan punya pemerintah, jangan sampai merusak pasar,\" kata Jusuf Anwar.

Hal ini menurut Jusuf, harus dilakukan supaya spekulan tidak berbuat macam-macam.

Presiden juga mengatakan, faktor eksternal seperti kebijakan The Fed memang mempengaruhi nilai tukar mata uang dan bursa seluruh dunia. Menurut dia, indeks Tokyo, Hong Kong, Singapura dan Australia ikut turun. "Justru indeks kita hari ini malah ditutup menguat 0,45 poin menjadi 1.032,218,\" katanya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pun menguat dibandingkan kemarin. Presiden mengatakan, keadaan makro ekonomi Indonesia masih baik. "Ekonomi kita masih terus tumbuh. Cadangan devisa pun masih cukup sekitar US$ 36 miliar. Meskipun ada kenaikan inflasi, namun masih bisa dimengerti\" kata Presiden. Karenanya menurut Presiden, tidak perlu ada kepanikan di masyarakat dengan turunnya IHSG dan turunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Presiden juga mengatakan, dalam hukum ekonomi selalu ada penawaran dan permintaan. Sehingga naik turunnya IHSG dan nilai tukar rupiah akan begerak fluktuatif. Namun, Presiden mengatakan bahwa pemerintah dan BI akan melakukan langkah terpadu supaya tidak terjadi kepanikan. faanny febiana


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010729-004 Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].
Bursa Efek Jakarta
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Darmin: Bapepam Akan Revisi Aturan Pemilihan Direksi BEJ
IHSG Tak Bisa Dijadikan Tolok Ukur
Inco Tambah Investasi untuk Naikkan Kapasitas Produksi
Saham Perbankan Cenderung Menguat
Pemerintah Siap Lepas Saham di BCA dengan Harga Premium
Indeks Diperkirakan Masih Cenderung Melemah Hari Ini
Investasi Beralih, Indeks Saham Anjlok
Erry Firmansyah Calon Terkuat Dirut BEJ
Indeks Masih Tertekan Hari Ini
Hari Ini Indeks Dikhawatirkan Melemah
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

PT Askes Akan Tempuh Jalur Hukum
Gitar Gosong Jimi Hendrix Terjual Rp 4,8 Miliar
Bupati Purworejo: Presiden Tak Promosi Super Toy
Persija Fokus, Bambang Nurdiansyah Gamang
Pemudik Motor Naik 20 Persen

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data