Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

IHSG Tak Bisa Dijadikan Tolok Ukur
Rabu, 27 April 2005 | 04:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), menurut Analis Keuangan, Budi Suseno, tak bisa dijadikan tolok ukur. "Ini terlihat dari kinerja emiten di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang hanya mencerminkan 10 perusahaan besar saja, 80 persen diantaranya adalah perbankan,"katanya.

Menurut Budi, tahun ini pun kenaikan dan penurunan indeks dipengaruhi oleh perbankan. Dalam kondisi suku bunga naik, perbankan akan kesulitan untuk melakukan ekspansi. Saat ini, menurut Budi, kenaikkan indeks ditentukan oleh kondisi makro atau global.

Prestasi pasar modal dilihat dari perkembangannya, menurut Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), Darmin Nasution, tahun ini pasar modal memang mengalami perkembangan paling cemerlang, baik dari indeks maupun kapitalisasinya. "Namun, kalau dilihat dari level, pasar modal kita masih tertinggal,"kata Darmin.

Misi yang akan dibawa Bapepam, menurut Darmin adalah menegakkan kredibilitas pasar modal agar bisa bersaing dalam pasar global. Ketua Asosiasi Emiten Indonesia Airlangga Hartarto menyatakan BEJ memerlukan emiten baru untuk menambah kapitalisasi. Airlangga juga menyarankan pemberian insentif untuk emiten. "Dengan pemberian insentif ini jumlah emiten dan pajak yang diterima pemerintah akan bertambah,"katanya.

Fanny Febiana

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010729-004 Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].
Bursa Efek Jakarta
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Inco Tambah Investasi untuk Naikkan Kapasitas Produksi
Saham Perbankan Cenderung Menguat
Dukungan Ganda Calon Direksi BEJ Diberi Kesempatan
Pemerintah Siap Lepas Saham di BCA dengan Harga Premium
Indeks Diperkirakan Masih Cenderung Melemah Hari Ini
Bursa Dunia dan Indonesia Rontok
Investasi Beralih, Indeks Saham Anjlok
Erry Firmansyah Calon Terkuat Dirut BEJ
Indeks Masih Tertekan Hari Ini
Hari Ini Indeks Dikhawatirkan Melemah
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta
Badan Pengawas Pasar Modal
Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data