Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Pebisnis Khawatirkan Pelemahan Rupiah
Selasa, 26 April 2005 | 18:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan faktor yang mengkhawatirkan bagi dunia usaha. "Bagi dunia usaha yang penting adalah kestabilan kurs. Karena jika tidak (stabil), kami tidak bisa menghitung biaya," kata Presiden Direktur PT Astra Auto Parts Tbk. Budi Setiawan Pranoto, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/4).

Namun, menurut Budi, perubahan kurs harus dilihat dulu keadaannya. "Apakah terjadi secara struktural atau situasional saja," ujarnya.

Jika terjadi secara situasional, menurut Budi, pihaknya akan mendiamkannya dulu. Sedangkan jika terjadi secara struktural, pihaknya akan menunggu tiga bulan sebelum menaikkan harga suku cadangnya. Budi menambahkan, kenaikan harga BBM tidak berpengaruh besar dalam biaya produksi.

Untuk tahun 2005, seiring pertumbuhan penjualan mobil dan sepeda motor, Astra Auto Parts menargetkan penjualannya naik 20 persen. Astra Auto Parts membukukan laba bersih 2004 sebesar Rp 223 milyar, meningkat dari laba bersih 2003 sebesar Rp 206 milyar.

Laba perseroan digunakan untuk membayar dividen sebesar Rp 60 per saham dan untuk dana cadangan Rp 7,5 milyar.

Pada 2004, Astra Auto Parts menambah utangnya sebesar Rp 65 miliar untuk membiayai proyek manufaktur. Tahun ini Astra juga akan kembali melakukan pembelian aset tetap untuk menambah kapasitas. Sumber dana bisa dari dana internal atau sumber lain. "Tapi kami belum tahu apakah dari perbankan atau dari pasar modal," kata Budi.

lina

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Papan nama jual beli dolar/ valuta asing di jalan Kwitang, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel R.; K1A/007/2001; 20010414]. Seorang petugas memasang nilai tukar uang saat kurs dolar mencapai Rp 10.000 di papan kurs valuta asing, money changer Foreign Exchange, Jl. Saharjo, Jakarta, 10 Maret 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/217/2001; 20010320].
Papan Kurs Foreign Exchange
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
Pengamat: Prediksi Nilai Rupiah Menguat, Terlalu Optimis
BI Perkirakan Kurs Tetap Rp 9.000 Pada 2005
BI Kucurkan Rp 32,5 triliun Buat Lebaran
Menko: Daya Tahan IHSG dan Rupiah Lebih Kuat
Bapepam Minta BEJ Awasi Ketat Pergerakan Saham
BI: Rupiah Akan ke Level Rp 8.800 per Dolar AS
BI: Rupiah Masih Akan Tertekan
BI: Pelemahan Rupiah Bersifat Sementara
Rupiah Melemah Karena Impor dengan Dolar
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 24 Tahun 1999 Tentang Lalu Lintas Devisa dan Sistem Nilai Tukar

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data