Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perbankan Akui Masih Hati-Hati Kucurkan Kredit ke Industri Tekstil
Selasa, 26 April 2005 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Bank BNI Sigit Pramono mengakui sektor perbankan saat ini masih hati-hati dalam mengucurkan kredit bagi industri tekstil. Pasalnya, sektor ini masih dianggap sebagai industri yang berisiko tinggi.

Menurut dia, secara umum pendapat itu muncul karena banyak industri tekstil yang mengalami kredit macet di bank-bank tertentu. ” Kendati kalau dilihat per individu, banyak (juga) pelaku bisnis yang bisa bertahan selama masa krisis ekonomi hingga saat ini,” ujarnya pada wartawan seusai pertemuan antara Bank Indonesia, perbankan, Departemen Perindustrian, dan Asosiasi Pengusaha Tekstil di Jakarta, Selasa (26/4).

Namun demikian, lanjut Sigit, saat ini kondisi industri tekstil sudah mulai membaik dibandingkan saat krisis dulu. Hal itu juga didukung dengan munculnya peluang-peluang baru karena mulai banyaknya pembeli luar negeri yang memesan produk tekstil Indonesia. "Kedepannya, barangkali kita bisa lebih memanfaatkan hubungan Jepang dan Cina yang memburuk, sehingga investor Jepang dapat mengalihkan investasi ke Indonesia,” ujarnya.

Sigit juga menegaskan perbankan tidak perlu dipaksa untuk mengucurkan kredit bagi industri tekstil. “Sebetulnya bagi bank sederhana saja. Kalau industri prospektif dan menjamin ke depan lebih baik, bank secara otomatis akan mendukung. Tidak perlu disuruh-suruh,” ujarnya

Sigit menjelaskan besar kredit untuk industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang telah dikucurkan BNI selama 2004 sebesar Rp 2,6 triliun, dengan tingkat kredit seret (NPL) sekitar 8,4 persen yang dinilainya relatif cukup tinggi. “Angka (NPL) ini di atas rata-rata NPL BNI yang hanya 4,6 persen,” katanya.

rr. ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BNI Akan Naikkan Suku Bunga Simpanan
Bank Danamon Luncurkan KBR Bebas Biaya Desain
Rencana Penjualan Sisa Saham BCA Belum Pasti
Penunjang Keuangan Syariah Didirikan
BII Tunggu Waktu Tepat Terbitkan Obligasi Subordinasi
BII : Suku Bunga Belum Diputuskan Naik
Rating Bank di Indonesia Paling Tinggi Hanya B+
BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pembobol Dana BNI Terima Rp 50 Miliar
RCTI Beri Uang Duka Lima Korban Gondola
MU dan Celtic Bertemu Lagi
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Gondola RCTI
Kebanjiran, Warga Timika Blokir Jalan

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data