|
KADIN Minta Ekspor Minyak Mentah Dihentikan
Selasa, 26 April 2005 | 13:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia meminta pemerintah segera menghentikan kebijakan ekspor minyak mentah.
Ketua Kadin M.S. Hidayat mengatakan, kebijakan ekspor minyak mentah yang dilakukan selama ini terbukti tidak memberikan kontribusi bagi penerimaan negara. Padahal seharusnya, pemerintah sebaiknya lebih fokus untuk menggerakan sektor-sektor ekonomi yang memiliki kontribusi bagi pertumbuhan penerimaan pajak.
"Sumber utama APBN adalah sektor pajak. Jadi tidak tepat jika sektor migas (minyak dan gas) diharapkan menjadi sumber devisa secara cepat dan dengan alasan itu boleh diekspor dalam bentuk mentah," ujar Hidayat di sela-sela Diskusi Sektor Hulu Migas di Jakarta, Selasa (26/4).
Hidayat menambahkan, pemerintah seharusnya lebih memberikan perhatian pada pengembangan usaha nasional yang berorientasi pengerjaan hulu migas dan tidak tergesa-gesa menyerahkan pengerjaan itu pada perusahaan asing.
Menurut dia, harus kebijakan pendorong berupa insentif fiskal untuk industri hulu migas. "Karena sektor ini memiliki risiko yang tinggi akibat biayanya yang besar dan tingkat keberhasilan yang tidak dapat dijamin," ujarnya. Dia menambahkan, lembaga keuanganjuga perlu memainkan peranan yang lebih besar dalam mendukung sektor hulu migas.
thoso priharnowo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116](/hg/photostock/2005/04/04/s_natuna51_high_thumb.jpg) |
![Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079](/hg/photostock/2005/03/25/s_Minyak40_high_thumb.jpg) |
| Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|