Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengelola Lapangan Migas Marginal Dapat Insentif
Senin, 25 April 2005 | 16:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memastikan memberi insentif bagi para investor minyak dan gas bumi untuk pengembangan lapangan-lapangan marginal. Pemberian insentif ini sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional.

"Kita ingin melakukan pengembangan lapangan-lapangan marginal,"kata Iin Arifin Takyan, Dirjen Minyak dan Gas Bumi, Senin (25/4). Dia menjelaskan pemberian insentif berupa cost recovery plus atau penambahan atas investasi yang telah ditanamkan.

Iin melanjutkan pemberian insentif tersebut akan diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro Besok (Selasa 26/2). "Kita tunggu saja besok," tambah Iin.

Menurut dia, ada delapan kontraktor bagi hasil pengelola 35 lapangan marginal yang akan mendapatkan insentif. "Tapi untuk bentuk insentifnya nanti saja (diumumkan)," jelasnya.

Pemberian insentif ini merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan produksi migasnya yang semakin menurun. Saat ini produksi minyak mentah dan kondensat Indonesia hanya sebesar 1,15 juta barel per hari (bph). Untuk itu pemerintah berencana meningkatkan produksi minyaknya pada 2008 menjadi 1,3 bph.

Peningkatan produksi minyak itu diharapkan dari pengembangan lapangan-lapangan marginal disamping melalui pengembangan lapangan lainnya. Dengan pemberian insentif ini pemerintah berharap investor tertarik.

muhammad fasabeni

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Belida milik Conoco dengan sistem pipanisasi gas alam bawah laut dari Natuna Ke Singapura yang dikenal dengan West Natuna Transportation System/ WNTS [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010429-116 Pengeboran minyak di sumur Kayan I Cekungan Melawi Timur, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 1986. [ TEMPO/Junaini KS; 12C/221/86; 20000705 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20000716-079
Pengeboran Minyak Lepas Pantai Natuna
Pengeboran Minyak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Perundingan Blok Cepu Dibuka Kembali
BP Migas Siap Perpanjang Cadangan Minyak
Pemerintah Masih Mengkaji Keanggotaan OPEC
Indonesia Serahkan Kuota Produksi ke OPEC
ConocoPhilips akan Angkut Minyak dengan Kapal Tongkang
Daerah Boleh Bangun Kilang Minyak
Pemerintah Optimis Target Produksi Minyak 2005 Tercapai
Caltex Pertahankan Produksi Minyak
Pemerintah Fokuskan Produksi Gas untuk Dalam Negeri
Pemerintah Dorong Penggunaan Gas Bagi Industri Nasional
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Lawan Napoli, Roma Tanpa Napoli
Badai Gustav Menewaskan 22 Orang di Karibia
Moya dan Na Li Susah Payah ke Putaran Kedua
Digerebek, Lapak Judi Beromset Puluhan Juta Rupiah
Kombinasi Desain dan Fitur Mutakhir dari Canon

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data