Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rencana Penjualan Sisa Saham BCA Belum Pasti
Senin, 25 April 2005 | 14:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Perusahaan Pengelola Aset (persero) belum memastikan jadwal penjualan sisa saham pemerintah di PT Bank Central Asia Tbk. sebesar 5,02 persen.

"Kami akan melihat waktu yang tepat," kata Wakil Direktur Utama PPA Raden Pardede kepada wartawan di Departemen Keuangan Jakarta, Senin (25/4).

Menurut dia, penentuan waktu yang tepat itu akan sangat tergantung dengan kondisi pasar. Sehingga, kata dia, nilai optimal yang diharapkan dari penjualan tersebut bisa dicapai. "Kami akan lihat market dan hasil optimalnya."

Raden juga tidak bersedia memerinci perkiraan waktu penjualan yang telah disiapkan pemerintah. Pasalnya, pelepasan saham itu akan berpengaruh terhadap market. "Belum. Kami tidak bakal kasih tahu persisnya. Namanya market, mereka nanti ambil duit dan ambil untung sendiri," papar Raden.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah berencana melepas saham yang ada di BCA. Namun, karena belum membaiknya kondisi pasar, pemerintah membatalkan dan menunda hingga kondisi membaik. Sebelumnya, pemerintah sendiri telah berhasil menjual seluruh saham (5,22 persen) yang ada di Bank Niaga.

suryani ika sari

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penunjang Keuangan Syariah Didirikan
BII Tunggu Waktu Tepat Terbitkan Obligasi Subordinasi
BII : Suku Bunga Belum Diputuskan Naik
Rating Bank di Indonesia Paling Tinggi Hanya B+
BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
Pemerintah akan Jual Sisa Saham di BCA Pekan Ini
Miranda: API Penting untuk Antisipasi Krisis
Perbankan Tekan Inflasi dengan Salurkan Kredit ke Korporasi
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data