Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Saham Perbankan Cenderung Menguat
Kamis, 21 April 2005 | 10:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perdagangan saham di lantai bursa hari ini diperkirakan bakal diwarnai isu penjualan sisa saham pemerintah di PT Bank Niaga Tbk. Faktor ini kemungkinan besar akan memicu kenaikan harga saham-saham perbankan lainnya.

Analis Sinar Mas Sekuritas Alfiansyah memperkirakan, berkat isu itu saham Bank Niaga yang berkode BNGA itu akan dibuka pada level Rp 540 per saham hari ini. "Sama seperti harga premium pada saat penjualan (saham Bank Niaga sebelumnya)," katanya, "Bahkan bisa lebih (tinggi)."

Dengan kenaikan saham-saham perbankan, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta hari ini diprediksi bakal bergerak di kisaran 1.069-1.080. Pada pentupan perdagangan kemarin, IHSG ditutup pada posisi 1.070.946.

Melihat kecenderungan bakal menguatnya saham perbankan hari ini, ia merekomendasikan investor untuk membeli saham-saham perbankan. Selain saham Bank Niaga, beberapa saham yang direkomendasikan untuk dibeli, antara lain Bank Central Asia (BBCA), Bank Danamon (BDMN), Bank Lippo (LPBN), Bank International Indonesia (BNII), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI).

Di luar sektor perbankan, saham lain yang bisa dilirik investor, antara lain Tambang Batubara Bukit Asam, Aneka Tambang, Gudang Garam, PP London Sumatra, Astra Agro Lestari, dan Bakrie Sumatra Plantations.

Untuk saham rokok, seperti H.M. Sampoerna, ia merekomendasikan lebih baik ditahan dulu. Saham "International Nickel Indonesia (Inco), Telekomunikasi Indonesia (Telkom), dan Indosat juga lebih baik ditahan dulu," tuturnya. Sementara itu, yang bisa dilepas, kata Alfiansyah, adalah saham Semen Gresik. fanny febiana

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010729-004 Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].
Bursa Efek Jakarta
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Siap Lepas Saham di BCA dengan Harga Premium
Indeks Diperkirakan Masih Cenderung Melemah Hari Ini
Investasi Beralih, Indeks Saham Anjlok
Erry Firmansyah Calon Terkuat Dirut BEJ
Indeks Masih Tertekan Hari Ini
Hari Ini Indeks Dikhawatirkan Melemah
Saham Perbankan Belum Pulih
Kinerja Keuangan Telkom Ditunggu
Laba Bersih Tunas Ridean Meningkat 88,3 Persen
Indeks Masih Tertekan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data