Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Konsesi Lahan Kepada Sampoerna Bukan Bentuk Ketidakadilan
Rabu, 20 April 2005 | 17:04 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Menteri Pertanian Anton Apriantono menbantah bahwa pemberian konsesi lahan seluas 200.000 hektar kepada Sampoerna merupakan bentuk ketidakadilan pemerintah kepada petani. Kebijakan itu jika dikritisi sebetulnya justru untuk menumbuhkan iklim investasi di sector pertanian. "Ini adalah langkah untuk menumbuhkan investasi," tegas Anton, Rabu (20/4)

Teknis pengolahan lahan seluas 200.000 hektar tersebut, paparnya, akan dibagi kepada sekitar 24.000 petani dan tiap petani mendapat lahan seluas 5 hektar. "Sisanya akan diolah oleh Sampoerna," ujarnya. Dengan cara ini, menurut Anton, tujuan invertasi dapat berjalan dan produksi akan terus meningkat.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Agusdin Pulungan menilai pemberian konsesi lahan kepada perusahaan Sampoerna itu sebagai bukti ketidakadilan pemerintah dalam pembagian lahan.

Menurut dia, ada tiga masalah yang mengganjal kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian. Ketiga masalah itu, antara lain keadilan dalam agraria, modal yang tidak dapat dikembangkan atau Dead Capital dan masalah subsidi pupuk.

Ketidakadilan pemerintah dalam agraria, kata dia, tercermin dari semakin sedikitnya petani yang memiliki lahan. “Saat ini, sebagian besar petani hanya memiliki 0,3 hektar lahan,” katanya.

Ia membandingkan dengan pertumbuhan usaha Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing yang memiliki lahan amat luas. Contohnya, adalah konsesi lahan kepada Sampoerna. Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Pertanian Dukung Perpanjangan Kredit Petani
Larangan Impor Beras Diperpanjang Hingga Desember
Pedagang Daging Keluhkan Daging Sapi Impor Ilegal Beredar Bebas
Prabowo : Proses Lelang Gula Ilegal Tidak Transparan
Pemerintah Tunda Serahkan Gula Ilegal
Siswono Tidak Calonkan Diri Lagi dalam Bursa Ketua Umum HKTI
Prabowo Ikut Bursa Calon Ketua HKTI
Presiden Perintahkan Dua Menteri Cegah Meluasnya Antraks
Menteri Minta Babakan Madang Diisolir
Ratusan Petani Demonstrasi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk42 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pagi Ini, Rusia Angkat Kaki dari Georgia
Saham di Bursaa Jepang Sesi Pagi Turun 0,67 Persen
Bush Tuntut Rusia Segera Keluar dari Georgia
Penyerang Kroasia Mulai Berlatih di Persiba
Australia: Indonesia dan Australia Akan Memperoleh Keuntungan dari Perdagangan Bebas

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data