Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Siap Lepas Saham di BCA dengan Harga Premium
Selasa, 19 April 2005 | 20:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Pemerintah siap menjual 5,02 persen sahamnya di PT Bank Central Asia Tbk. Syaratnya, hanya dengan harga premium (harga tertinggi).

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Mohammad Syahrial mengakui bahwa dengan kondisi bursa saham yang menurun akhir-akhir ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjual saham pemerintah di BCA. "Sekarang bukan timing yang tepat. Tetapi kalau mau, kita lepas dengan harga premium," kata Syahrial di Jakarta, Kamis (19/4).

Sebelumnya, PPA pernah membatalkan penjualan 5,02 persen saham BCA melalui market placement (bursa saham). Pasalnya, harga penawaran investor yang terbentuk dari book building (pembentukan harga) dianggap tidak optimum dan premium. "Kalau tujuannya untuk mengoptimalkan keuangan negara, memang harus dijual dengan harga premium,” kata Syahrial.

Terkait dengan harga pasar saham BCA di bursa, Syahrial mengaku tidak peduli. "Market pricenya berapapun, (saham) ini ada nilai strategisnya," tegasnya. Nilai strategis yang ia maksud adalah, "Siapapun yang memiliki, akan mempunyai hak suara yang lebih mantap."

Syahrial juga mengatakan, barang yang dijual bukan sekadar barang pasar, tapi mempunyai nilai strategis. “Sehingga siapapun yang ingin memiliki untuk mendapatkan nilai strategis itu, harus membeli dengan harga premium."

Pada tahun lalu, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 3,2 triliun atau naik sebesar 33,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, BCA membukukan tingkat pengembalian aset (ROA) sebesar 3,21 persen, tingkat pengembalian modal (ROE) sebesar 28,3 persen, pendapatan bunga bersih (NIM) sebesar 5,28 persen, dan rasio kecukupan modal (CAR) 23,95 persen. BCA juga membagikan dividen interim untuk tahun 2004 sebesar Rp 50 per saham yang dilakukan pada 8 Desember 2004.

Tito Sianipar

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Iklan layanan kemudahan berbelanja dari bank/ debit BCA dll yang dipasang di pusat perbelajaan, Jakarta, 2001 [Koran TEMPO/ Bodi CH; K2A/074/2001; 20010703]. Peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20020210-097
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Diperkirakan Masih Cenderung Melemah Hari Ini
Investasi Beralih, Indeks Saham Anjlok
Erry Firmansyah Calon Terkuat Dirut BEJ
Indeks Masih Tertekan Hari Ini
Hari Ini Indeks Dikhawatirkan Melemah
Saham Perbankan Belum Pulih
Kinerja Keuangan Telkom Ditunggu
Laba Bersih Tunas Ridean Meningkat 88,3 Persen
Indeks Masih Tertekan
Saham Perbankan Tertekan, IHSG Terkoreksi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data