|
Ekonomi Bisnis
10 Persen Industri Kayu Tutup
Jum'at, 15 April 2005 | 04:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Badan Revitalisasi Industri Perkayuan (BRIK) Soewarni mengatakan saat ini 8 hingga 10 persen industri kayu tidak beroperasi karena kesulitan mendapatkan bahan baku.
"Dari 1.500 industri kayu olahan, yang sudah tutup 10 persen, sedangkan dari 180 industri plywood, 8 sampai 10 persennya tidak dapat beroperasi," ujarnya, Kamis (14/4).
Kesulitan dalam memperoleh kayu disebabkan adanya Operasi Hutan Lestari (OHL) II, sehingga meskipun ada bahan baku namun belum tentu kapal mau mengangkut. “Mereka (kapal pengangkut) tidak mau karena takut akan dicegat oleh oknum,” kata Soewarni.
Menurut Soewarni, saat ini harga kayu di pasaran domestik sudah naik menjadi dua kali lipat dari harga semula. Untuk kayu meranti yang biasa dijual seharga Rp 600 ribu per meter kubik sekarang menjadi Rp 1 juta per meter kubik, sedangkan harga kayu merbau yang semula Rp 900 ribu, sekarang mencapai Rp 2 juta per meter kubik.
“Harga kayu di sini (Indonesia) sudah naik, tapi anehnya harga kayu dunia masih rendah,” ujar Soewarni. Menurut dia, hal ini mengindikasikan bahwa kemungkinan kayu yang dijual di pasaran dunia adalah kayu ilegal dari Indonesia. “Bisa saja mereka lolos dari tangkapan petugas,” tegasnya.
Soewarni mengaku sudah menyampaikan keluhan dari berbagai industri kayu kepada Menteri Kehutanan. Ia menyarankan agar pihak kehutanan berperan serta dalam operasi hutan, khususnya dalam hal pengecekan keaslian dokumen kayu. “Jangan kepolisan saja, karena mereka tidak tahu asli tidaknya dokumen kayu,” katanya.
Selain itu, dia juga menyarankan supaya pungutan yang diberikan kepada pengusaha di setiap daerah harus dikurangi. “Karena ini akan memakan biaya 30 persen dari total biaya produksi,” katanya.
Jawaban dari Menteri Kehutanan, menurut Soewarni, cukup memuaskan. Menteri Kehutanan MS Kaban menegaskan bahwa operasi hutan hanya untuk kayu ilegal saja. “Menurut saya beliau cukup responsif terhadap masalah ini,” ujarnya.
Rini Kustiani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|