|
Ekonomi Bisnis
Obligasi Global Laku Keras
Kamis, 14 April 2005 | 14:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Permintaan investor terhadap obligasi internasional bermata uang dolar (global bond) yang ditawarkan pemerintah ternyata cukup besar.
Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, permintaan para investor mencapai 200 persen dari total penawaran pemerintah sebesar US$ 1 miliar. "Ini indikasi positif bagi perekonomian Indonesia," kata Bakrie kepada pers di kantor presiden hari ini.
Menurut rilis yang dibagikan, pemerintah menerbitkan obligasi sekitar US$ 1 miliar dengan jangka waktu 10 tahun, atau jatuh tempo pada 20 April 2015. Obligasi bernama INDO-15 ini memiliki kupon sekitar 7,25 persen dengan tingkat keuntungan (yield to maturity sekitar 7,375 persen. Obligasi ini memiliki selisih sekitar 30 basis poin di atas US Treasury dengan jangka waktu 10 tahun. US Treasury sendiri memiliki kupon sekitar 436 basis poin.
Mayoritas alokasi obligasi ini kepada investor asal Asia sekitar 54 persen, Eropa 28 persen, dan Amerika Serikat 18 persen. Jumlah investor yang berpartisipasi sebanyak 200 investor institusi, dengan total permintaan sekitar US$ 2,2 miliar lewat proses book building selama 36 jam.
Bertindak sebagai penjamin emisi adalah Citigroup, Deutsche Bank, dan UBS Investment Bank. Menurut rilis ini, Indonesia merupakan penerbit di pasar modal internasional untuk seluruh emerging market. "Ketika negara penerbit lain membatalkan road show, Indonesia memutuskan untuk melanjutkan dan mendapat manfaat."
Strategi yang digunakan dinilai tepat sehingga memperoleh perhatian besar dari investor. Tingkat kupon US Treasury juga cenderung turun sehingga mempermudah penawaran kupon obligasi ini.
Budi Riza
INDEKS BERITA LAINNYA :
|