|
Ekonomi Bisnis
Pemerintah Jajaki Peningkatan Perdagangan ke Swiss
Kamis, 14 April 2005 | 13:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia menjajaki peningkatan kerja sama perdagangan dengan Pemerintah Swiss. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan perdagangan kedua negara selama ini cenderung menguntungkan negeri penghasil makanan coklat itu.
"Nilai ekspor Swiss ke Indonesia mencapai sekitar US$ 200 juta (sekitar Rp 1,8 triliun), sedangkan ekspor kita ke sana baru US$ 100 juta (sekitar Rp 900 miliar)," kata Mari kepada pers sesaat sebelum rapat kabinet, di Jakarta.
Mari mengatakan, kerja sama perdagangan ini akan dikemas dalam bentuk perdagangan bebas. Jenis komoditi unggulan yang bisa ditawarkan adalah makanan, produk pertanian, dan produk manufaktur. "Potensi ekspor kita ke sana masih besar," kata dia.
Untuk saat ini, kata Mari, kedua negara tengah membentuk kelompok studi bersama untuk menjajaki potensi masing-masing dan pembenahan mekanisme yang diperlukan. Kerja sama dengan negara maju biasanya bersifat komprehensif seperti barang, jasa, dan investasi.
Dengan menjalin kerja sama dengan Swiss yang tergabung dalam European Free Trade Area akan membuka pintu perdagangan yang lebih luas dengan masyarakat Komunitas Eropa (European Community).
Beberapa hari lalu delegasi perdagangan Swiss yang dipimpin oleh menteri koordinator perekonomiannya bertemu presiden untuk menawarkan kerja sama ekonomi. Swiss mengusulkan kerja sama dengan EFTA, yang beranggotakan negara seperti Norwegia dan Islandia.
Budi Riza
INDEKS BERITA LAINNYA :
|