|
Ekonomi
Pemerintah Kembali Tawarkan Obligasi Dolar
Rabu, 13 April 2005 | 05:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Obligasi pemerintah dalam mata uang dolar Amerika Serikat senilai US$ 1 miliar mulai ditawarkan di bursa New York kemarin.
Obligasi dolar ini merupakan penerbitan kedua setelah pemerintah sukses menerbitkan obligasi dolar pada Maret tahun lalu. Penerbitan obligasi dolar sempat terhenti pada 1997 karena krisis ekonomi yang menelan ongkos hampir 86 persen keuangan negara ini.
Pemerintah sempat menunda penerbitan obligasi berjangka sepuluh tahun ini tiga minggu lalu, karena kondisi pasar sedang lesu. Kelesuan itu dipicu oleh naiknya suku bunga bank sentral Amerika Serikat menjadi 2,75 persen dan rontoknya saham-saham besar di bursa dunia.
"Kami akan kaji penawaran yang masuk dalam dua hari ini," kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia P. Nasution di Jakarta.
Sementara itu, Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, "Kami akan masuk pasar dalam waktu dan harga yang tepat," katanya.
Jusuf dan Mulia menolak menyebutkan, ketika ditanya berapa besar imbal hasil (yield) yang akan diambil pemerintah seusai lelang. "Tergantung bagaimana penawaran (dari investor) ke penjamin emisi," kata Mulia. Pemerintah akan mengkaji setiap penawaran yang masuk sebelum menetapkan besarannya.
Seperti obligasi valuta asing tahun lalu, obligasi tahun ini pun akan dicatatkan di bursa Luxemburg. Penjamin emisi penerbitan kali ini dipegang oleh Citigroup Inc., Deutsche Bank AG, dan UBS AG.
Baghja Hidayat/Evy Flamboyan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|