|
Ekonomi
Mari Akui Pelabuhan di Indonesia Masih Kalah Bersaing
Selasa, 12 April 2005 | 20:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui, pelabuhan di Indonesia masih kalah bersaing dengan pelabuhan internasional lainnya, terutama dengan Singapura dan Malaysia.
"Berdasar benchmarking perbandingan efisiensi pelabuhan, pelabuhan Indonesia masih jauh dibawah pesaing, terutama dilihat dari segi biaya dan waktu," kata Mari di Jakarta hari ini.
Dalam pertemuan menteri dengan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia beberapa waktu yang lalu, beberapa eksportir mengeluhkan adanya biaya tinggi di pelabuhan Indonesia. Bahkan, dalam penelitian yang dilakukan Asosiasi Pertekstilan Indonesia(API), asosiasi itu menemukan biaya tambahan mencapai sekitar Rp 1,6 juta per kontainer ukuran 40 kaki (feet).
Meskipun demikian, menghadapi kondisi pelabuhan yang tidak kompetitif ini, Mari tidak setuju jika pemecahannya dengan menyerahkan pada pihak asing. Menurut menteri, belum tentu perusahaan asing dapat menangani masalah ini. "Belum tentu investor asing jawabannya. Kalau Pelindo mampu kenapa tidak," kata dia.
Mari juga mengungkapkan tingginya biaya terminal handling charge (THC) yang sangat merugikan eksportir menengah dan kecil. Saat ini biaya THC di Indonesia mencapai US$ 150 untuk kontainer ukuran 20 kaki.
Mari membandingkan, untuk barang ekspor dengan nilai US$ 20 ribu maka biaya THC sebesar US$ 150 itu dianggap kecil. "Tapi untuk barang dengan nilai ekspor US$ 5.000, maka proposinya besar," katanya.
Namun, tuduhan biaya ekonomi tinggi karena THC dibantah Presiden Direktur Jakarta International Container Terminal (JICT) W.S. Wirjawan. "Biaya THC memang lebih murah Singapura tapi biaya gudang di sini lebih murah," katanya.
Singapura mengenakan biaya gudang US$. 14 per hari. Sedangkan JICT mematok tarif Rp 6.000 per hari. "Jadi, keluhan eksportir bahwa biaya THC mahal, tidak sepenuhnya tepat karena pelabuhan Indonesia mengenakan biaya gudang lebih murah."
Sutarto - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|