Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Penunjang Keuangan Syariah Didirikan
Selasa, 12 April 2005 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan konsultan dan keuangan syariah, International Institute of Islamic Finance (IIIF) Business Advisory, didirikan oleh sejumlah praktisi perbankan syariah dari luar dan dalam negeri.

Tujuannya untuk melengkapi industri keuangan dan perbankan syariah di tingkat global dan di Indonesia yang memiliki jaringan diberbagai negara. "Tapi perusahaan ini harus tetap berpegang pada kepatuhan prinsip syariah,"kata Didin Hafidhuddin, anggota Dewan Kehormatan dan sekaligus konsultan dari IIF Busness Advisory dalam acara launching perusahaan itu di Jakarta, Selasa (12/4).

Menurut Didin, untuk tahun 2005, produk syariah tetap harus difokuskan pada empat area utama, sebagaimana yang diminta oleh Bank Indonesia. Empat area tersebut; kepatuhan pada prinsip syariah, ketentuan prinsip kehati-hatian, efesiensi operasi dan daya saing, serta kestabilan sistem kemanfaatan bagi perekonomian.

Selain Didin, masuk dalam jajaran pimpinan perusahaan ini, antara lain: perwakilan Indonesia di IDB (Islamic Development Bank) Charmeida Tjokrosuwarno dan anggota Dewan Syariah Nasional, Taufik Ridlo. Sedangkan dari luar negeri, terdapat Mohd. Daud Bakar, yakni anggota Dewan Penasehat Syariah Bank Negara Malaysia, yang menduduki posisi sebagai Dewan Kehormatan di IIIF Business Advisory.

Menurut Didin, IIIF berorientasi untuk mengembangkan kemitraan strategis antara semua pelaku perekonomian syariah Indonesia dengan pelaku perekonomian syariah di dunia Internasional. Diharapkan akan membangun industri perbankan dan syariah yang mendunia.

Menurut Direktur Direktorat Perbankan Syariah, Harisman yang turut hadir dalam acara peluncuran IIIF tersebut, pertumbuhan sistem perbankan syariah yang pesat membutuhkan lembaga-lembaga penunjang. Saat ini aset perbankan syariah mencapai angka Rp 15 triliun, padahal tahun 2001 hanya Rp 1,1 triliun. Ini artinya berkembang hingga 15 kali lipat. Namun dibandingkan dengan sistem konvensional, ukuran perbankan syariah di dunia sangat kecil. "Perlu ada inovasi produk dalam rangka memobilisasi permodalan,"ujarnya.

Dian Imamah


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga di Fashion Cafe, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Amatul Rayyani; K1A/285/2001; 20010522]. Suasana Bank Niaga cabang Sudirman, Jakarta, 27 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010509].
Peluncuran Niaga Global Access Bank Niaga
Bank Niaga
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Dunia : Perekonomian Indonesia Akan Tumbuh 5,4 Persen
Harga Minyak Melambung, Pertumbuhan Ekonomi Dunia Terancam
BII Tunggu Waktu Tepat Terbitkan Obligasi Subordinasi
BII : Suku Bunga Belum Diputuskan Naik
Rating Bank di Indonesia Paling Tinggi Hanya B+
Indonesia Jajaki Hubungan Dagang dengan AS
Menteri Mari Himbau AS Bantu Soal Syarat Perdagangan
BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
Pasar Uni Eropa Terbuka Bagi Indonesia
Titik Berat Kerjasama Asia Afrika, Ekonomi
> selengkapnya...


Referensi

Latar Belakang Gugatan BDB
Kronologi Kondisi Keuangan PT. BDB Tahun 2002-2004
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Status Pengutang BPPN
UU RI No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek
> selengkapnya...

Website

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data