Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pekan Depan, Rupiah Cenderung Tetap Melemah dan Indeks Menguat
Sabtu, 09 April 2005 | 02:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para analis memperkirakan, pekan depan rupiah cenderung tetap melemah. Sedangkan indeks cenderung akan menguat.

Menurut treasury PT Bank BNI Ferry Andajaya, Ferry, pekan depan rupiah akan bergerak dikisaran Rp 9.480 - Rp 9.515 per dolar AS, dengan kecenderungan sedikit melemah karena belum adanya faktor positif untuk mendorong rupiah.

Sedangkan analis dari PT Evergreen Capital Edwin Sebayang mengungkapkan, awal pekan depan indeks akan bergerak pada kisaran 1.100-1.120. "Indeks cenderung akan bergerak menguat karena adanya sentimen individu emiten seperti pembagian dividen," kata Ediwin di Jakarta.

Sementara itu, rupiah pada penutupan transaksi Jumat (8/4) kembali melemah lima poin menjadi Rp 9.490 per dolar AS dibanding dalam transaksi sehari sebelumnya yang mencapai Rp 9.485 per dolar AS. Bahkan rupiah sempat melemah hingga ke level Rp 9.505 per dolar pada sesi siang, tapi kemudian sempat sedikit menguat dan ditutup di level Rp 9.490.

Begitu pula indeks. Setelah pada perdagangan Kamis (7/4) ditutup menguat, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta kemarin turun 0,395 poin (0,35 persen) menjadi 1.111,226 dari posisi sehari sebelumnya 1.111,621. Padahal, bursa-bursa regional kemarin cukup bergairah dan ditutup menguat, karena turunnya harga minyak mentah dunia menjadi US$ 54,11 per barel.

Menurut Ferry, tren dolar AS terhadap mata uang regional maupun global masih positif, sehingga pergerakan rupiah untuk menguat agak sulit. Mata uang regional lainnya juga melemah terhadap dolar AS.

Penetapan bunga sertifikat Bank Indonesia di level 7,53 persen yang dilakukan Bank Indonesia, meskipun dinilai pasar agak terlambat, kata Ferry, dapat menahan rupiah dari keterpurukan lebih dalam.

"Ini menunjukkan bank sentral komitmen untuk menjaga stabilitas rupiah. Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali," ujarnya.

Sementara itu, Edwin mengatakan, melemahnya indeks kemarin merupakan hal yang wajar, karena investor melakukan aksi ambil untung pada saham-saham blue chip (unggulan). Aksi ini untuk merealisasikan keuntungan yang didapat dari kenaikan dua hari sebelumnya.

"Tapi investor juga mengimbangi dengan melakukan aksi selektif beli terhadap saham lapis dua, sehingga indeks tidak jatuh cukup dalam," ujarnya.

Viva - Pusat Data dan Analisa Tempo






INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Oto Dalam Lembaran Rp 20 Ribu Sudah Benar
BI dan Pemerintah Sepakat Atur Pembelian Dolar Pertamina
Rupiah Menguat Akhir Tahun
Miranda Goeltom: Tren Nilai Rupiah Akan Menguat
Indeks Masih Akan Menguat, Rupiah Kembali Akan Melemah


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data