Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

APRI Tuntut Keadilan Berusaha Pengusaha Rotan
Jum'at, 08 April 2005 | 13:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia (APRI) mengingatkan, industri rotan setengah jadi juga memiliki hak hidup dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Hal ini dikemukakan Tommy Gunawan, Ketua Umum APRI kepada Tempo, Jumat (08/04), berkaitan dengan penolakan Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja terhadap pembukaan keran ekspor rotan,
Tommy menyatakan kekecewaannya terhadap Menteri Andung yang dinilai mengabaikan industri rotan setengah jadi dan cenderung berpihak pada industri mebel. "Kami mepertanyakan keadilan dalam berusaha dan pembinaan terhadap industri," tambahnya.

Namun APRI juga mengajukan usulan untuk menjaga pasokan bahan baku rotan dalam negeri. Sehingga, rotan yang diekspor bukan rotan asalan tetapi rotan setengah jadi (Polished, Core dan Skin). Selain itu untuk memberi daya saing industri mebel dalam negeri, APRI bersedia dikenakan pajak ekspor dan penetapan kuota. Sistem kuota ini berkaitan dengan kewajiban memasok dan memenuhi kebutuhan industri mebel dalam negeri.

Mengenai persaingan antara perusahaan mebel Cirebon dengan di negara lain, Tommy berpendapat, daya saing mebel dan kerajinan rotan Cirebon bukan semata-mata faktor rotan saja. "Tapi juga tergantung pada efisiensi, produktivitas dan perilaku pengusahanya," katanya.

Sehubungan dengan konsep keadilan berusaha yang ditawarkan Andung, APRI menilai hal tersebut tidak mungkin diterapkan mengingat bahan baku rotan yang diserap industri mebel selama ini terbatas pada jenis dan ukuran tertentu. Sedangkan jenis yang tidak diserap jumlahnya jauh lebih besar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, untuk mengatasi polemik mengenai pembukaan keran bagi ekspor rotan, Andung telah mengajukan usulan agar produsen mebel nasional memperbesar permintaan rotan dalam negeri. Namun ia juga meminta agar harga rotan dalam negeri tetap dalam kisaran wajar agar tercipta keadilan antara petani rotan dan pengusaha mebel.

Andung sendiri menolak membuka keran ekspor rotan terkait dengan persaingan antar industri mebel Indonesia dengan Cina dan negara lainnya. Seperti diketahui beberapa daerah penghasil rotan mendesak pemerintah merevisi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 355/MPP/Kep/5/2004.

Menurut Andung, apabila rotan dilepas untuk ekspor maka pihak asing akan mengolahnya lagi dan dengan kemampuan yang lebih canggih mereka akan menjual kembali dengan harga lebih murah.

Riska S. Handayani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ] Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Produsen Tekstil Minta Hambatan Ekspor di AS dan Uni Eropa Dihilangkan
Menteri Perindustrian: Kelebihan Pasokan Rotan Tidak Diekspor
Pengusaha Rotan Desak Larangan Ekspor Rotan Segera Direvisi
Pemerintah Ajukan Pemberian Fasilitas GSP ke Amerika Serikat
Menteri Perindustrian Minta TDL Tidak Naik Tahun Ini
Pemerintah Hapuskan Bea Masuk Beberapa Suku Cadang Kendaraan
Peringkat Industrialisasi Indonesia Terendah
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Makanan Halal Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Semen Andalas Rusak, Produksi Semen Berkurang 1,2 Juta Ton
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data