|
Pemerintah Patikan Penerbitan SPN dan SUN Akan Ditunda
Kamis, 07 April 2005 | 13:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Perbendaharaan Mulia Nasution memastikan penerbitan surat perbendaharaan negara (SPN) atau Treasury Bills dan surat utang negara (SUN) atau Treasury Bond akan tertunda karena tingginya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan tingginya inflasi.
"Kami masih lihat perkembangan pasar," katanya kepada wartawan Kamis (7/4).
Adapun pembahasan mengenai persiapan penerbitan SPN dan SUN menurut Mulia baru akan dilakukan minggu depan.
Seperti diketahui saat ini inflasi untuk Maret 2005 mencapai 1,91 persen, sehingga total inflasi untuk triwulan pertama 2005 adalah 3,19 persen.
Sementara itu Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga SBI untuk jangka waktu 1 bulan sebesar 9 basis poin, dari 7,44 persen menjadi 7,53 persen.
Lebih lanjut Mulia menjelaskan, penundaaan tersebut dilakukan karena pemerintah berusaha mendapatkan yang terbaik.
"Pemerintah akan menyesuaikam jadwal dan kebutuhan."
Namun, Mulia menilai kondisi pasar sudah mulai membaik dalam arti sudah mengarah ke kepastian. "Tapi pemerintah masih harus menunggu."
Ditanya pendapat pengamat yang memperkirakan imbal hasil (yield) dapat mencapai 13 persen, Mulia mengatakan, hal tersebut sangat berat apabila pemerintah memaksakan diri menerbitkan SUN atau SPN karena biayanya akan tinggi.
Menurut Mulia, keputusan tersebut diambil karena arus pengeluaran dalam anggaran dan arus penerimaan masih seimbang sehingga pemerintah tidak perlu terburu-buru.
Penerimaan dari pemerintah menurut dia bisa berasal dari pajak. Sedangkan pengeluaran digunakan untuk membayar obligasi.
Ketika ditanyakan apakah penerbitan SPN akan dimasukkan di dalam penerimaan SUN sebesar 22 triliun rupiah, menurut Mulia kemungkinan penerimaan tersebut akan dipisahkan.
\"Itu masih dikaji,\" katanya. Evy Flamboyan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|