Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Menteri Perindustrian: Kelebihan Pasokan Rotan Tidak Diekspor
Rabu, 06 April 2005 | 22:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja meminta agar kelebihan pasokan bahan baku rotan tidak diekspor.

"Jika dilepas untuk diekspor, nanti diolah disana dengan kemampuan lebih tinggi. Dengan kemampuan lebih canggih maka bisa dijual lebih murah," kata Andung di Jakarta hari ini.

Menurut dia, kondisi ini bisa membahayakan industri mebel dan kerajinan di dalam negeri, karena tidak akan mampu bersaing dengan industri mebel asal Cina dan negara lainnya.

Seperti diketahui, beberapa daerah penghasil rotan mendesak pemerintah untuk membuka kran ekspor rotan. Desakan ini disebabkan bahan baku rotan tidak dapat diserap industri dalam negeri sepenuhnya.

Selain itu, tentu saja karma harga rotan di luar negeri juga jauh lebih tinggi. Jenis rotan setengah jadi merupakan rotan yang diminta untuk dibuka izin ekspornya.

Namun, pengusaha mebel yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia menolak rencana ini. Pengusaha mebel menilai, rencana itu akan memberi peluru bagi pesaing untuk mematikan industri mebel di Indonesia.

Mengatasi masalah ini, Andung mengatakan, permintaan rotan di dalam negeri harus ditingkatkan. Sedangkan rotan yang akan diekspor harus memiliki nilai tambah, bukan rotan asalan.

Selain itu, harga rotan di dalam negeri pun harus berada pada kisaran yang wajar. "Harus fair play antara petani rotan dengan pengusaha," jelasnya.

Sutarto - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ] Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengusaha Rotan Desak Larangan Ekspor Rotan Segera Direvisi
Pemerintah Ajukan Pemberian Fasilitas GSP ke Amerika Serikat
Menteri Perindustrian Minta TDL Tidak Naik Tahun Ini
Pemerintah Hapuskan Bea Masuk Beberapa Suku Cadang Kendaraan
Peringkat Industrialisasi Indonesia Terendah
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Makanan Halal Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Semen Andalas Rusak, Produksi Semen Berkurang 1,2 Juta Ton
Investor India Jajaki Industri Motor
Pemerintah Akan Awasi Masuknya Impor Barang Bekas ke Daerah Bencana
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Foke: Bulan Puasa Jangan Sembarangan Sedekah
Kerabat Amrozy cs Bawa Buku dan VCD Jihad
Jalur Selatan Kereta Api Normal Kembali
Kecil Kemungkinan Beda Awal Puasa dan Lebaran
Tunai Rp 1 Milyar Bagi Peraih Emas Olimpiade

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data