Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pengusaha Rotan Desak Larangan Ekspor Rotan Segera Direvisi
Rabu, 06 April 2005 | 22:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia mendesak pemerintah segera merevisi larangan ekspor rotan.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia Tommy Gunawan, dari hasil rapat dengan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu pada 15 Maret lalu, pemerintah berjanji akan merevisi larangan ekspor tersebut.

"Karena itu, kami mendesak pemerintah segera merealisasikannya," kata Tommy kepada Tempo di Jakarta hari ini.

Ketika dimintai pendapatnya bahwa Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia merasa keberatan jika keran ekspor rotan kembali dibuka, dia mengtatakan, kekhawatiran pengusaha mebel itu tidak beralasan. Industri mebel, khususnya dari Cirebon bisa mengoreksi diri dalam menghadapi persaingan.

Apalagi, kata Tommy, dari pernyataan Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia sendiri produksi rotan Indonesia berkisar antara 250 ribu ton sampai dengan 400 ribu ton per tahun. Sedangkan kebutuhan dalam negeri hanya berkisar 130 ribu ton per tahun, sehingga masih terdapat kelebihan yang cukup besar.

Dia menambahkan, saat ini jutaan tenaga kerja di Sulawesi menopang hidupnya dari hasil rotan dan ini tentu akan berdampak besar bila pabrik rotan setengah jadi sampai tutup.

Seperti diberitakan sebelumnya, rapat Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia pada Maret mengalami kebuntuan. Rapat itu juga dihadiri Menteri Perdagangan.

Kebuntuan itu disebabkan tidak adanya titik temu antara Asosiasi Pengusaha Rotan Indonesia dan Asosiasi Permebelan.

Pengusaha rotan minta agar larangan ekspor rotan direvisi dan meminta agar keran ekspor rotan setengah jadi diperbolehkan. Sebaliknya, pengusaha mebel tidak mengingikan keran ekspor rotan itu dibuka. Pemerintah memberlakukan larangan ekspor rotan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 355/MPP/Kep/5/2004

Riska S Handayani - Tempo








Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ] Petugas Sucofindo ketika mengecek barang yang siap di Eksport [ Dok Sucofindo; 45b/090/85; 20010323 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Ajukan Pemberian Fasilitas GSP ke Amerika Serikat
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Makanan Halal Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Eropa
Ekspor Makanan ke Australia Terhambat
Bulog Pastikan Tetap Akan Ekspor Beras
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lima Persen
Mari Pangestu Setuju Pelarangan Ekspor Pasir Laut ke Singapura
Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Ekspor ke Chile Tergantung Harga
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data