Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

ADB: Inflasi Indonesia 2005 Sebesar 5,9 Persen
Rabu, 06 April 2005 | 15:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Asian Development Bank (ADB) Amanah Abdul Kadir optimistis, inflasi Indonesia pada 2005 di bawah 6 persen. "ADB memperkirakan inflasi tahun ini mencapai 5,9 persen," kata Amanah di Jakarta hari ini.

Perkiraan inflasi ADB ini jauh berbeda dengan asumsi inflasi pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P). Pemerintah menetapkan inflasi tahun ini sebesar 7,3 persen.

Menurut Amanah, ADB optimistis karena kenaikan harga minyak dunia tidak terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya. "Inflasi itu kan perubahan harga tahun ini dibandingkan dengan 2003. Sedangkan perubahan pada 2005 lebih kecil dari kenaikan harga minyak pada 2004, sehingga pengaruhnya terhadap perubahan harga akan lebih kecil," katanya.

Selain itu, kenaikan harga minyak di dunia terjadi karena kekagetan pasar internasional. Patokan harga minyak yang digunakan oleh pemerintah dalam APBN-P 2005 sudah cukup realistis. Tapi seharusnya pemerintah menggunakan asumsi harga minyak US$ 41 per barel dan nilai tukar sebesar Rp 9.000 per dolar AS.

Dia menambahkan, Indonesia tidak pernah memakai patokan yang benar-benar sama dengan keadaan pasar (harga minyak dunia saat itu, karena pemerintah yakin keadaan akan berubah dengan cepat. "Lebih baik kalau di dalam APBN pemerintah memang memperkirakan harga lebih rendah," ujarnya.

ADB yakin keadaan pasar internasional, khususnya harga minyak, akan segera stabil karena negara-negara pengkonsumsi minyak seperti Amerika Serikat dan Cina akan mengendalikan pembelian minyak agar tidak terjadi kepanikan. Disisi lain, pemerintah Indonesia juga akan menyesuaikan diri, memperkirakan konsumsi minyak, serta tidak bersikap reaktif terhadap kenaikan harga minyak dunia.

Menurut Amanah, cara untuk mengatasi inflasi adalah dengan memperbaiki infrastruktur serta mengurangi biaya ekonomi tinggi.

Evy Flamboyan Minanda - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Logo Bank pemangunan Asia / ADB [TEMPO/ Dahlan RP; 33c/413/89; 2001/03/23].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ekonom ADB: Suku Bunga SBI yang Realistis 8,75 Persen
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
Indeks Cenderung Melemah',
Perbankan Tekan Inflasi dengan Salurkan Kredit ke Korporasi
Menkeu: Angka Deflasi Menggembirakan
BPS : Pertumbuhan Indonesia 2004 Mencapai 5,13 Persen
Gubernur BI: Inflasi Hanya Mungkin Direspons dengan Menaikkan Suku Bunga
Aviliani: BI Agar Tak Naikkan Suku Bunga
Inflasi Januari 1,43 Persen
ADB Tunjuk Konsultan Pipanisasi Kaltim-Jatim
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus
UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Asian Development Bank


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Lawan Napoli, Roma Tanpa Napoli
Badai Gustav Menewaskan 22 Orang di Karibia
Moya dan Na Li Susah Payah ke Putaran Kedua
Digerebek, Lapak Judi Beromset Puluhan Juta Rupiah
Kombinasi Desain dan Fitur Mutakhir dari Canon

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data