|
Ekonomi
Siasati Kenaikan BBM, Industri Penerbangan Tiadakan Tarif Murah
Selasa, 05 April 2005 | 18:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk menyiasati kenaikan harga bahan bakar jenis avtur, industri penerbangan antara lain akan meniadakan tarif kelas ekonomi sub classes yang biasanya dijual dengan harga sangat miring.
Sub classes merupakan kebijakan yang diambil industri penerbangan, menyikapi persaingan pasar yang belakangan ini meningkat dengan tajam. Sub classes merupakan pembagian kelas (segementasi) penumpang pada pesawat, khususnya kelas ekonomi, dengan harga yang sedikit miring. Tempat duduk yang terletak di ekor pesawat misalnya, biasanya dijual dengan harga lebih murah dibanding kursi di kelas ekonomi lainnya.
Karena itu, menurut Sekjen Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Tengku Burhannudin, kelas ekonomi nantinya akan berlaku satu tarif. Tidak lagi bermacam-macam seperti yang ada sekarang.
Dia mengakui, dengan dihilangkannya sub classes itu akan menimbulkan penurunan jumlah penumpang pesawat. Tapi langkah ini harus dilakukan, karena besarnya pengaruh kenaikan harga avtur bagi industri penerbangan.
"Ini memang sangat dilematis. Jika tarif dinaikkan, jumlah penumpang pasti akan berkurang. Tapi jika tarif tetap, airline yang akan susah," kata Burhannudin kepada Tempo.
Sementara itu soal kenaikan tarif penerbangan, dia mengatakan, perusahaan-perusahaan masih membahas hal tersebut. "Secepatnya akan kami umumkan April ini," katanya.
Menurut dia, selama ini kontribusi avtur bagi penerbangan cukup signifikan, yaitu mencapai 30 hingga 40 persen sehingga dengan kenaikan itu berpengaruh terhadap operasional pesawat.
Seperti diketahui, sejak 1 April 2005 harga avtur naik sekitar 20 persen menjadi Rp 4.565 per liter.
Suryani Ika Sari/b> - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|