Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Bisnis Keluarga
Jum'at, 01 April 2005 | 13:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Perizinan dan Informasi Perbankan Bank Indonesia Siti Ch. Fadjrijah mengatakan, konsolidasi perbankan di Indonesia masih terganjal dengan budaya Asia, yakni bisnis yang dijalankan bisnis keluarga (family bussines).

Menurut dia, bank yang merupakan perusahaan keluarga, generasi pertama dan kedua yang mengelola perusahaan itu biasanya menolak merger. “Tapi digenerasi ketiga biasanya lebih terbuka dalam pilihan itu (merger),” kata Fadjrijah kepada Tempo di Jakarta hari ini.

Menanggapi keengganan PT Bank Tabungan Negara (persero) untuk merger dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., menurut Fadjrijah, karena ada kekhawatiran kehilangan posisi akibat dari merger tersebut. “Masih ada kekhawatiran kehilangan kepemilikan ataupun posisi akibat merger,” ujarnya.

BI tetap pada rencana besarnya melalui Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang bertujuan menguatkan struktur perbankan, terutama di bidang permodalan agar setiap bank umum dapat bermanfaat dan lebih aktif berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, API ditujukan untuk memperkuat internal perbankan agar bank-bank itu mudah mencari investor.

Meskipun demikian, sampai saat ini BI belum menetapkan kriteria bagi bank-bank untuk digolongkan menjadi bank Internasional, nasional, regional, dan fokus. “Kami (BI) hanya memberi kriteria dan tidak menunjuk (bank-bank tersebut). Sampai saat ini belum ada bank-bank yang mengajukan proposal untuk merger,” kata Fadjrijah.

Rr Ariyani - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
Merger BRI-BTN Tingkatkan Dana Murah
Hatta Mengaku Didukung 200 Pimpinan Daerah
Rudjito: Nilai Tambah Merger BRI-BTN Ditangan Pemerintah
Menpera Tidak Setuju Merger BTN
Serikat Pekerja BTN Tolak Merger
BCA Kaji Daftar Bank yang Akan Diakuisisi
Kimia Farma Tunggu Pemerintah untuk Merger dengan Indofarma
Bank Permata Tak Utamakan Merger atau Akuisisi
Sugiharto: BTN Tidak akan Dihilangkan
> selengkapnya...


Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data