Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Neraca Pembayaran Indonesia 2005 Meningkat
Jum'at, 01 April 2005 | 12:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia menilai Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan pada 2005 diperkirakan membaik. Menurut laporan perekonomian Indonesia oleh BI, peningkatan surplus NPI menjadi US$ 1,2 miliar dari US$ 0,02 miliar pada 2004.

Lebih lanjut disebutkan kinerja NPI tersebut terutama didukung surplus transaksi berjalan yang masih cukup besar, meskipun cenderung menurun akibat pesatnya kegiatan ekonomi domestik.

Sementara itu, BI menilai meskipun neraca Lalu Lintas Modal (LLM) mencatat devisit sebagai dampak dari tingginya kewajiban pembayaran Utang Luar Negeri (ULN) pemerintah, namun LLM swasta diperkirakan tetap surplus sejalan dengan membaiknya perkiraaan perekonomian.

BI memperkirakan surplus transaksi berjalan pada 2005, akan mencapai US$ 2,7 miliar, menurun dibandingkan 2004, yaitu US$ 2,9 miliar.

Menurut BI, penurunan tersebut diakibatkan pesatnya kegiatan impor memenuhi kebutuhan domestik, khususnya kegiatan produksi dan investasi. Disamping itu, tinggi impor juga terkait dengan cukup besarnya komponen pinjaman luar negeri dan hibah yang diterima pemerintah dalam rangka pelaksanaan rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara pasca tsunami.

Evy Flamboyan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Polisi berjaga-jaga saat protes anti IMF dengan poster bertuliskan CGI = rentenir CGI=  interest of creditor, soft loan no debt relief yes dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 2001 Protes anti IMF dengan poster bertuliskan tolak hutang baru hapus hutang lama, hentikan hutang baru kita akan lebih baik dll di depan gedung tempat pertemuan CGI, Jakarta, 23 April 2001 [Koran TEMPO/ Amatoel Rayyani; K1A/283/2001; 20010519].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
Pemerintah Diminta Segera Terbitkan Standar Baku Perencana Keuangan
Oto Dalam Lembaran Rp 20 Ribu Sudah Benar
BI dan Pemerintah Sepakat Atur Pembelian Dolar Pertamina
BI Tunda Kenaikan Suku Bunga SBI
Neraca BI Surplus Tahun Ini
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
Rupiah Menguat Akhir Tahun
> selengkapnya...


Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus
Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Moody's Investors Service
Standard & Poor's
Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Manchester City Kembali Boyong Shaun Wright-Phillips
Kenyon: Sheva Pantas Kami Beli
Wajib Pajak dan Objek Pajak Diperluas
Sampel DNA Dua "Asrori" Akan dicocokkan
Jusuf Kalla Belum Jawab Lamaran Demokrat

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data