Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Deregulasi dan Pajak Harus Digenjot
Senin, 28 Maret 2005 | 04:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut M. Fadhil Hasan, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), terkait dengan besaran asumsi-asumsi RAPBN-P (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) yang diajukan pemerintah ke DPR pekan lalu, deregulasi dan Pajak adalah faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan jika pemerintah ingin memperbaiki perekonomian Indonesia.

Besaran asumsi inflasi yang diajukan pemerintah, sebesar 7 persen, menurut Fadhil, tidak realistis. Namun, pemerintah tak harus menerapkan kebijakan uang ketat dalam menahan laju inflasi, melainkan bisa dengan deregulasi. "Asumsi inflasinya tidak realistis. Angkanya bisa lebih besar dari itu, sekitar 8-9,5 persen,"katanya.

Bank Indonesia (BI) bisa saja menerapkan kebijakan uang ketat, tapi resikonya adalah berkurangnya kemampuan fungsi intermediasi perbankan, terutama alokasi kredit untuk sektor riil. "Untuk itu, pemerintah semestinya bisa menerapkan deregulasi sebab inflasi ini sesungguhnya lebih disebabkan oleh kenaikan harga BBM. Deregulasi akan memperbaiki keseluruhan arus barang dan jasa,"ujar Fadhil.

Deregulasi di sektor barang dan jasa, menurut Fadhil, amat diperlukan terutama pada barang-barang yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Deregulasi bisa dilakukan terutama pada tata niaga-tata niaga. Tata niaga beras dan gula, misalnya telah menyebabkan harga barang di dalam negeri jauh lebih tinggi dari harga barang tersebut di luar negeri. "Dengan deregulasi, biaya untuk perijinan bisa mengecil, mengecilkan biaya produksi. Pungutan-pungutan juga berkurang,"kata Fadhil.

Aspek lain yang juga wajib menjadi perhatian pemerintah adalah pajak. Berkait dengan rendahnya besaran defisit anggaran dalam RAPBN-P. Jika pemerintah menginginkan defisit anggaran sebesar 0,8 persen dari produk domestik bruto (PDB), maka pemerintah harus memicu pendapatan dari pajak, terutama karena pemerintah selalu bisa mencapai target pajak yang telah ditetapkannya. "Tapi, harus pula diingat bahwa target penerimaan pajak kita selama ini cukup kecil. Padahal, pajak itu sangat potensial. Rasio pajak terhadap GDP semestinya bisa dinaikkan menjadi 15 persen. Harus ada ekstensifikasi dan intensifikasi pajak,"ujar Fadhil.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Operasi pasar minyak tanah oleh Pertamina di Pondok Bambu, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 31D/339/2000; 20001123]. Operasi pasar minyak tanah oleh Pertamina di Pondok Bambu, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 31D/339/2000; 20001123].
Operasi Pasar Minyak Tanah
Operasi Pasar Minyak Tanah
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengusaha Kapal Penyeberangan di Merak Terancam Bangkrut
Polisi Menangkap Pengoplos 60 Ton BBM
Depdiknas Masih Pikirkan Alokasi Dana Kompensasi BBM
Anggota DPR yang Mogok Makan Dilarikan ke Rumah Sakit
M.Fadjroel Rachman : PKS Memuakkan
Asumsi Pemerintah Harga Minyak Dunia US $ 35
Wakil DPR: Pemerintah Diminta Kurangi Arogansi
Mahasiswa Sulsel Paksa Gubernur Tolak BBM Naik
Ruang Partai Demokrat dan Golkar Disegel
FPI : Haram Naikkan Harga BBM
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data