Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

“Penundaan Penjualan Obligasi Valas Tak Akan Pengaruhi APBN”
Kamis, 24 Maret 2005 | 19:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, penundaan itu tidak akan mempengaruhi pos-pos penerimaan.

Apalagi, penundaan itu tidak akan berlangsung lama, karena hanya ditunda sampai harga di pasaran internasional membaik.

Seperti diketahui, pemerintah menunda penerbitan obligasi internasional untuk jangka waktu yang tidak ditentukan karena kondisi pasar internasional sedang mengalami kelesuan. Semula, pemerintah berencana untuk menerbitkan obligasi valas senilai US$ 1 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

"Dalam menerbitkan ini kami mencari the best momentum. Jangan sampai biaya-biaya nanti terlalu mahal," kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar kepada wartawan di Departemen Keuangan, Jakarta hari ini.

Jusuf menjelaskan, kondisi pasar internasional saat ini mengalami kerontokan karena bank sentral Amerika Serikat (The Fed) kemarin telah menaikan suku bunganya sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen menjadi 2,75 persen. "Ini berarti total biayanya akan menjadi besar kalau tetap ke market sekarang ini," katanya.

Pemerintah sebelumnya sangat optimistis dengan rencana penjualan obligasi internasional ini, karena membaiknya kondisi Indonesia seperti kenaikan peringkat utang Indonesia, yakni dari B menjadi B+. Juga keluarnya Indonesia dari daftar negara yang tidak koperatif dalam tindak pidana pencucian uang, serta perkembangan pasar modal yang menembus rekor.

Bahkan, Menteri Keuangan juga optimis dengan tim penjajakan obligasi valas. Jusuf kemarin mengatakan, investor di New York dan London menyambut baik rencana penerbitan itu. Namun, akhirnya pemerintah lebih memutuskan untuk menunda penjualan obligasi tersebut, setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga yang menyebabkan bursa-bursa du dinia pada rontok.

Evy Flamboyan Minanda - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Siap Terbitkan Obligasi Dolar
Pemerintah Tunda Penerbitan Obligasi Internasional
New York dan London Sambut Baik Penjajakan Obligasi Indonesia
Investor Singapura Sambut Obligasi Dolar Indonesia
Lelang Obligasi Negara Seri FR0028 Sebesar Rp 2 Triliun
Terkait Obligasi Valas, Pemerintah Monitor Perkembangan Pasar Internasional
Indonesia Tawarkan Obligasi Global Berjangka 10 Tahun
WOM Finance Terbitkan Obligasi Awal Mei
Bank Danamon Terbitkan Obligasi Rp 2,5 Triliun
Bank Sulut Tawarkan Obligasi Senilai Rp 200 Miliar
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
UU RI nomor 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data