Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Saham Perbankan Tertekan, IHSG Terkoreksi
Kamis, 24 Maret 2005 | 10:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Gagalnya pelepasan 5 persen kepemilikan saham pemerintah di Bank Central Asia, membuat saham perbankan akan tertekan hari ini. "Masalah divestasi saham BCA ini akan membuat sentimen negatif terhadap saham perbankan lainnya," kata analis dari Sinar Mas Sekuritas, Alfiansyah kepada Tempo, Kamis (24/3).

Alfiansyah juga melihat, harga saham BBCA (Bank Central Asia) yang ditawarkan pemerintah masih dalam level wajar. Karena price to book value (PBV) industri perbankan saat ini adalah sekitar 2,5 kali. Sedangkan PBV BCA adalah 2,68 kali. Artinya, jika harga saham BBCA terakhir adalah Rp 3.750, maka harga wajarnya adalah Rp 3.525. Dengan asumsi premium yang diberikan sebesar 10 persen, maka harga wajar saham BCA setelah diberi premium adalah Rp 3.875.

"Jadi harga tawaran pemerintah masih wajar," kata Alfiansyah. Namun, perhitungan seperti ini harus mengikuti perkembangan pasar selanjutnya. Dalam perkembangannya nanti, saham BBCA masih memiliki potensi karena kinerja perusahaannya yang bagus.

Akibat dari tertekannya saham perbankan, maka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini pun berpeluang terkoreksi. IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 1.134-1.150.

Selain tertekannya saham perbankan, tembusnya nilai tukar rupiah terhadap dolar ke level Rp 9.400/US$ kemarin juga ikut mempengaruhi bursa hari ini. "Pemain pasar modal cenderung akan mengalihkan dananya ke pasar uang," kata Alfiansyah.

Namun IHSG tidak akan anjlok karena publikasi laporan keuangan emiten masih dapat menekan tingkat koreksi indeks hari ini.

Rekomendasi saham untuk beli antara lain TLKM (Telekomunikasi Indonesia), CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada), dan PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam). Saham ANTM (Aneka Tambang (Persero) direkomendasikan untuk buy on weakness.

Untuk aksi jual, Alfiansyah merekomendasikan saham HMSP (HM Sampoerna), GGRM (Gudang Garam), INDF (Indofood Sukses Makmur), INCO (International Nickel Indonesia), dan UNVR (Unilever Indonesia).

Sedangkan ISAT (Indosat) masih bergerak lambat karena menunggu persetujuan akses kode SLI pada awal April mendatang.

Fanny Febiana

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana penawaran umum saham PT Telkom, Jakarta, 1996 [Dok. TEMPO; R1A/341/1996; 20010323]. Kantor Danareksa di Plaza Bapindo lt 18-19, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, 31 Mei 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/124/2002; 20020629]<br>Dimuat majalah TEMPO 20021103-120, 20020609-137
Kantor Danareksa
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Masih Menguat
Likuiditas Transaksi Saham Hari Ini Masih Tinggi
Pengamat: Prediksi Nilai Rupiah Menguat, Terlalu Optimis
Saham-Saham Perbankan Naik
Akuisisi Belum Masuk Rencana Bisnis Danamon
Indeks Masih Cenderung Terkoreksi
Investor Disarankan Hati-Hati Beli Saham HM Sampoerna
Philip Morris Indonesia Akuisisi HM Sampoerna
Indeks Hari Ini Berpeluang Terkoreksi
BEJ Hari ini Suspensi Bank Victoria
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hamka Yandhu dan Anthony Diancam 20 Tahun Penjara
Pemerintah Diminta Segera Antisipasi Kenaikan Harga
Perbandingan kampanye Obama – McCain Soal Pajak
Desain Terminal Bandara Depati Amir Selesai Oktober
Keliling Dunia KPU Dinilai Tak Efektif

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data