Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Neraca BI Surplus Tahun Ini
Rabu, 23 Maret 2005 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Manajemen Internal, Bunbunan Hutapea memperkirakan pada 2005 ini neraca BI akan surplus. "Kalaupun defisit, tidak terlalu besar (nilainya). Mudah-mudahan surplus," ujarnya disela-sela seminar bertajuk Menyorot Kinerja BUMN sebagai Entitas Bisnis, Rabu (23/3), di Jakarta.

Pernyataan Bunbunan tersebut berdasar asumsi nilai tukar rupiah seperti yang diprediksi Gubernur BI Burhanuddin Abdullah sampai akhir 2005 berkisar diantara Rp 9.000 per dolar AS.

Ia juga menyatakan neraca keuangan BI pada 2004 mendapat surplus sebesar Rp 0,5 triliun. "Syukurlah, karena tadinya defisit," ucapnya.

Menurut Bunbunan, beban operasi moneter yang didapat BI jika rencana menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) diaplikasikan tidak akan melampaui target yang ditetapkan BI. "Kenaikan (SBI) masih menunggu waktu. Beban tergantung volume yang akan ditarik masyarakat," tuturnya.

Bunbunan memaparkan BI dalam menjaga kestabilan harga dan nilai rupiah terus menilai likuiditas pasar. BI akan melakukan apa yang perlu agar kondisi makro ekonomi kondusif, dan mendukung rencana pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sektor riil.

Dalam menilai kondisi BI, menurut Bunbunan, harus diperhatikan aset dan liabilitinya. "Kalau asetnya melebihi liabilities, mudah-mudahan masih aman. Aset bisa didapat dari cadangan devisa," ujarnya.

Terkait dengan rencana The Fed menaikkan suku bunga, Bunbunan mengungkapkan hal tersebut sudah diantisipasi pasar sejak tahun lalu. Namun begitu, BI selain menjaga nilai tukar, juga menjaga fluktuasinya tidak terlalu drastis.

RR. Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
Rupiah Menguat Akhir Tahun
Pengamat: Prediksi Nilai Rupiah Menguat, Terlalu Optimis
Miranda: API Penting untuk Antisipasi Krisis
Perbankan Tekan Inflasi dengan Salurkan Kredit ke Korporasi
NISP Masih Selaraskan Rencana Kerja dengan OCBC
BI Minta Audit Internal Perbankan Tingkatkan Kompetensi
BI Tidak Bedakan Bank Besar dan Kecil
Kredit Bermasalah pada Kartu Kredit Rp 1,01 Triliun
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data