Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

New York dan London Sambut Baik Penjajakan Obligasi Indonesia
Rabu, 23 Maret 2005 | 17:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan, Jusuf Anwar mengatakan, penjajakan (road show) obligasi internasional di London dan New York mendapat sambutan baik dari investor.

Tim penjajakan itu hanya dikirimkan ke dua tempat, yaitu New York dan London. "Mereka sudah berhasil dengan baik," kata Jusuf di Jakarta hari ini.

Menurut Jusuf, persepsi pasar terhadap perkembangan politik, ekonomi, fiskal, dan anggaran Indonesia sangat positif. Termasuk juga obiligasi pemerintah ke depan.

Hasil dari penjajakan itu, kata menteri, akan ditindaklanjuti. Menteri tidak mau berkomentar lebih jauh, baik soal harga maupun kapan pemerintah akan menerbitkan obligasi tersebut. Dia hanya mengatakan, akan melihat hasil penjajakan itu terlebih dulu.

Pemerintah juga masih melihat perkembangan dari bank sentral Amerika Serikat yang telah menaikkan suku bunga. "Besok kami masih harus terus monitor tingkat inflasi di AS," katanya.

Sebelumnya, Jusuf mengungkapkan, sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2005, jumlah obligasi atau surat utang negara yang akan diterbitkan pemerintah tahun ini sebesar Rp 43 triliun.

Jumlah itu sudah termasuk obligasi yang akan diterbitkan di pasar internasional dan domestik. Sedangkan nilai yang paling ideal dan proporsional untuk menerbitkan obligasi internasional dalam waktu dekat ini sebesar US$ 1 miliar.

"Saya perkirakan jumlah yang paling ideal itu US$ 1 miliar," kata Jusuf. Jumlah ini mengacu kepada kesuksesan penerbitan obligasi internasional yang terakhir kali diterbitkan pemerintah tahun lalu.

Sementara itu, waktu yang terbaik untuk menerbitkan obligasi internasional adalah pada kuartal pertama tahun ini. "Tapi kapan persisnya, kami akan melihat dulu situasi pasar internasional. Apakah crowded atau tidak," kata dia. Pasalnya selain Indonesia, negara lain dan sektor swasta lainnya tentu juga memiliki rencana untuk menerbitkan obligasi di pasar internasional.

Evy Flamboyan Minanda - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Keuangan Boediono dalam rapat dengar pendapat umum dengan anggota Komisi IX DPR membahas masalah penutupan Bank Dagang Bali (BDB) dan Asiatic di Gedung MPR/ DPR, Jakarta,  27 April 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040416] Menteri Keuangan Boediono dalam rapat dengar pendapat umum dengan anggota Komisi IX DPR membahas masalah penutupan Bank Dagang Bali (BDB) dan Asiatic di Gedung MPR/ DPR, Jakarta,  27 April 2004. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040416]
Boediono
Boediono

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Serahkan RAPBN-P 2005 kepada DPR
Investor Singapura Sambut Obligasi Dolar Indonesia
Lelang Obligasi Negara Seri FR0028 Sebesar Rp 2 Triliun
Terkait Obligasi Valas, Pemerintah Monitor Perkembangan Pasar Internasional
Indonesia Tawarkan Obligasi Global Berjangka 10 Tahun
WOM Finance Terbitkan Obligasi Awal Mei
Paris Club Tunda Cicilan Utang Indonesia Satu Tahun
Menkeu : Belum Ada Pengajuan Anggaran dari TNI
Bank Danamon Terbitkan Obligasi Rp 2,5 Triliun
Pemerintah Harapkan APBN Perubahan Dapat Diajukan April
> selengkapnya...


Referensi

Perjalanan BPPN dari Waktu ke Waktu
Status Pengutang BPPN
Profil Iwan Prawiranata
Profil Glen Yusuf
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data