|
Ekonomi dan Bisnis
Keluarga Panigoro Akan Lepas Sebagian Saham Medco Kuartal III
Selasa, 22 Maret 2005 | 06:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Keluarga Panigoro akan melepaskan sebagian kepemilikan sahamnya di PT Medco Energi Internasional Tbk. antara kuartal III sampai kuartal IV tahun 2005.
Menurut Ketua Dewan Penasehat Medco Grup Arifin Panigoro, pertimbangan penjualan antara kuartal III hingga akhir tahun itu karena waktu-waktu itu diperkirakan sangat sedikit sekali perusahan yang go public atau menjual sebagian sahamnya melalui pasar modal.
Meskipun demikian, kata Arifin, pelepasan sebagian kepemilikan saham itu sangat tergantung kepada kebutuhan pendanaan perseroan dan melihat kondisi pasar.
"Kami harus hitung dulu. Baru kami tentukan," kata Arifin kepada Tempo di Jakarta belum lama ini. "Kalau memang diperlukan, kami akan lepas sebagian (saham Medco)."
Begitu pula berapa banyak saham yang akan dilepas, menurut dia, "Belum bisa diketahui sekarang," katanya.
Arifin mengatakan, langkah terpenting yang akan dilakukan saat ini adalah bagaimana mengontrol sepenuhnya Medco. Kontrol itu diperlukan agar dapat menyusun dan menjalankan program sesuai dengan keinginan keluarga Panigoro.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menguasai kembali 85 persen saham PT Medco Energi Internasional Tbk., keluarga Panigoro dikabarkan akan menjual kembali 35 persen sahamnya di perusahaan tersebut. Saham perusahaan eksplorasi minyak dan gas itu akan ditawarkan kepada publik lewat pasar modal atau investor strategis yang baru.
Menurut Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro, setelah merampungkan pembelian saham Medco milik perusahaan minyak dan gas asal Thailand, PTTEP, dan Credit Suise First Boston (CSFB), keluarga Panigoro akan tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas di Medco Energi. Namun, keluarga Panigoro akan menjual sebagian saham perusahaan, sekitar 35 persen pada tahun ini.
"Kami akan menambah jumlah saham beredar perusahaan (menjual lewat bursa) atau mencari mitra strategis yang baru," kata Hilmi kepada Financial Times beberapa waktu lalu.
Keluarga Panigoro telah memutuskan untuk menggunakan hak membeli terlebih dulu (pre-emptive right) saham New Links Energy Resources sebesar 59,9 persen milik PTTEP Thailand (40 persen) dan Credit Suise First Boston (19,9 persen). Perjanjian pembelian bersyarat (CSPA) saham tidak langsung Medco milik CSFB dan PTTEP itu telah dilakukan pada 29 Januari 2005 dan penyelesaiannya pada Februari.
Dengan demikian, keluarga Panigoro kini menguasai seluruh saham New Links atau menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali tidak langsung Medco, yaitu sebanyak 85 persen saham (lihat boks: Komposisi Kepemilikan Saham Medco Energi).
Sebelumnya, pemegang saham New Links terdiri dari Encore International Limited (milik keluarga Panigoro) sebanyak 40,1 persen atau setara dengan 34,26 persen di Medco Energi, PTTEP memiliki 40 persen atau setara dengan 34,17 persen di Medco Energi, dan CSFB 19,9 persen atau setara dengan 17,01 persen di Medco Energi.
Eksplorasi
Arifin mengatakan, Medco akan memulai eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai Kalimantan Timur. Meskipun ada sebagian blok milik Medco yang masuk dalam wilayah sengketa antara pemerintah Indonesia dengan Malaysia, tapi sengketa itu tidak berpengaruh banyak bagi aktivitas eksplorasi Medco.
"Punya kami hanya sedikit. Jadi kami mulai saja dari yang bebasnya (yang tidak terkena sengketa)," kata dia.
Berdasarkan situs perusahaan, Medco memiliki dan mengantongi izin lima blok minyak dan gas di lepas pantai Kalimantan Timur atau di selatan Blok Ambalat. Kelima blok itu adalah Blok Nunukan, Blok Bunyu, Blok Tarakan, Blok Bengara I, dan Blok Simenggaris.
Arifin memperkirakan, kandungan minyak di kawasan itu mencapai 50-100 juta barel. Tapi biaya eksplorasinya mahal karena berada di daerah laut yang dalam. Dia juga memperkirakan, di kawasan ini terkandung sumber gas yang sangat besar. Perkiraan itu mengacu kepada struktur daerah KalimantanTimur yang memiliki potensi gas yang sangat besar.
Yura Syahrul/Riska S Handayani - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|