Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Indonesia Serahkan Kuota Produksi ke OPEC
Selasa, 22 Maret 2005 | 05:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menegaskan, Indonesia menyerahkan mekanisme kenaikan kuota produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kepada presidennya. Syaratnya, Presiden OPEC harus melakukan konsultasi terlebih dulu.

Menurut dia, OPEC akan menambah kuota produksi hingga 1 juta barel per hari secara bertahap, sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan di Iran, pekan lalu. Tahap pertama dilakukan pada April, dilanjutkan dengan kenaikan tahap kedua pada Mei, masing-masing sebesar 500 ribu barel per hari. Dengan penambahan produksi tersebut, maka kuota produksi meningkat dari 27 menjadi 28 juta barel per hari.

"Jadi sebetulnya OPEC sudah merespons kenaikan harga minyak yang terus terjadi dengan menambah suplai sekitar 3 juta barel per hari, sampai pertemuan Juni nanti," kata Purnomo di Jakarta.

Saat ini, menurut Purnomo, produksi OPEC sebenar telah jauh melebihi kuota, mencapai 29 juta barel per hari. Diharapkan, pada musim panas bulan depan harga bisa turun dan stabil kembali, seiring permintaan yang juga menurun.

Rencana peningkatan kuota produksi itu terkait dengan harga minyak mentah yang terus melambung di pasar dunia. Kantor berita AFP melansir, harga minyak merangkak naik di perdagangan Asia, kemarin, sehingga para pedagang berspekulasi dengan menambahkan dananya ke pasar. Hal itu terkait dengan perkiraan bahwa permintaan akan menguat tahun ini.

Minyak mentah ringan (sweet crude di bursa komoditas berjangka New York untuk kontrak pengiriman April naik US$ 0,03 menjadi US$ 56.75 per barel.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, minyak jenis ini diperdagangkan pada US$ 56.72 per barel. Harga sempat menyentuh level US$ 57.6 per barel pada Kamis pekan lalu.

Sementara itu, Arab Saudi siap menambah produksi hingga 1,5 juta barel per hari. Menteri Perminyakan Ali al-Naimi mengungkapkan hal itu di sela-sela kunjungannya ke Filipina kemarin. "Kami bisa meningkatkan suplai 1,5 juta barel per hari. Ini tergantung permintaan," ujarnya.

Naimi meluruskan persepsi pasar tentang keterbatasan suplai minyak. "Pasokan cukup banyak. Yang kami inginkan adalah melenyapkan anggapan mengenai kekurangan pasokan."

Arab Saudi merupakan salah satu negara produsen minyak terbesar di dunia. Mulai 2006 mendatang, negara itu berencana meningkatkan kapasitas produksinya hingga 12,5 juta barel per hari.

Retno Sulistyowati - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ladang/ pengeboran minyak lepas pantai Anoa yang dioperasikan oleh Primier Oil dengan sistem pipanisasi bawah laut dari Natuna Ke Singapura, dengan pengiriman gas pertamanya 15 Desember 2000  [ Dok Natuna; 20010316 ].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010701-118,  20010121-095,  20010318-097 Pengeboran minyak lepas pantai Natuna di Laut Cina Selatan. [Dok. TEMPO; 22b/183/83; 2001/03/06].
Pengeboran Minyak Lepas Pantai di Natuna
Pengeboran Minyak Lepas Pantai
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

ConocoPhilips akan Angkut Minyak dengan Kapal Tongkang
Daerah Boleh Bangun Kilang Minyak
Pemerintah Optimis Target Produksi Minyak 2005 Tercapai
Caltex Pertahankan Produksi Minyak
Pemerintah Fokuskan Produksi Gas untuk Dalam Negeri
Pemerintah Dorong Penggunaan Gas Bagi Industri Nasional
BP Migas Berharap Mahkamah Konstitusi Tidak Batalkan UU Migas
Puluhan Kilometer Pipa Minyak, Kritis
15 Kontrak Baru Senilai US$ 3,5 Miliar Segera Ditandatangani
Minyak Tanah Hilang di Pandeglang
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Serena Williams dan Angka Enam
Sambut Menteri, Mahasiswa Seni Denpasar Demo
Dinas Kesehatan Bekasi Hanya Periksa 1.974 Calon Haji
Kuota Haji Kota Bekasi Sesuai Keputusan Gubernur
OPEC Diperkirakan Akan Kurangi Produksi

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data