Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Investor Singapura Sambut Obligasi Dolar Indonesia
Selasa, 22 Maret 2005 | 04:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Investor Singapura antusias atas rencana penerbitan obligasi valuta asing yang mulai dijajakan pemerintah.

"Respons investor Singapura lebih baik dibanding saat presentasi di Hong Kong," kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Mulia Nasution di Jakarta.

Di Hong Kong, tim penjajakan yang dipimpin Menteri Negara BUMN Sugiharto hanya menjelaskan kondisi ekonomi makro Indonesia. "Sementara investor hanya mendengarkan saja," kata anggota tim, Lin Che Wei, beberapa waktu lalu.

Beda halnya dengan di Singapura. Menurut Mulia, antusiasme investor mulai terlihat. Meski kondisi pasar obligasi valas sedang lesu, animo pembeli tetap tinggi. "Karena peringkat utang kita juga naik," tuturnya.

Naiknya peringkat ini, menurut Mulia, menjadi penyebab tetap besarnya kepercayaan investor kepada Indonesia. Ia berharap, dengan sinyal animo itu, tingkat imbal hasil (yield) obligasi yang harus dibayarkan pemerintah bisa menyamai yield obligasi valas tahun lalu sebesar 6,85 persen.

Penjajakan investor ke Singapura dilakukan pada 18 Maret lalu, sedangkan ke Hong Kong sehari sebelumnya oleh dua tim yang berbeda. Negara lain yang juga dijajaki, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Menurut jadwal, hari ini tim yang dipimpin Kepala Badan Pengawas Pasar Modal Darmin Nasution menyambangi Frankfurt, Jerman. Rencananya, penjajakan akan berakhir di New York, Amerika Serikat, besok.

Hasil penjajakan ini, kata Mulia, akan menentukan keputusan berapa dan kapan pemerintah menerbitkan obligasi valas untuk yang kedua kalinya ini--setelah vakum karena krisis ekonomi 1997. Jumlah obligasi US$ 1 miliar, seperti disebut-sebut sebelumnya, juga tergantung hasil penjajakan. "Yang penting, jumlahnya jangan sampai membebani," paparnya.

Kelesuan pasar obligasi saat ini disebabkan anjloknya saham General Motor dan melambungnya harga minyak mentah dunia hingga mencapai US$ 57 per barel kemarin.

Dua faktor ini menyebabkan pembeli enggan menginvestasikan dananya lewat obligasi, karena muncul spekulasi bank sentral AS (Federal Reserve) akan menaikkan suku bunganya, sehingga bagi investor akan lebih menarik menginvestasikan dananya di perbankan ketimbang membeli surat utang.

Selain itu, hampir semua negara di Asia sudah menerbitkan obligasi.

Menurut Sugiharto, penentuan waktu pencatatan sedang dipertimbangkan dengan melihat faktor-faktor tersebut. Ia mengakui, secara umum minat investor masih tinggi terhadap obligasi pemerintah.

Bagja Hidayat/Evy Flamboyan - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lelang Obligasi Negara Seri FR0028 Sebesar Rp 2 Triliun
Terkait Obligasi Valas, Pemerintah Monitor Perkembangan Pasar Internasional
Indonesia Tawarkan Obligasi Global Berjangka 10 Tahun
WOM Finance Terbitkan Obligasi Awal Mei
Bank Danamon Terbitkan Obligasi Rp 2,5 Triliun
Bank Sulut Tawarkan Obligasi Senilai Rp 200 Miliar
Medco: Obligasi Apexindo Akan Meningkatkan Likuiditas Induk Perusahaan
Apexindo akan Terbitkan Obligasi
CMNP Ikut Tender Tol Depok-Antasari dan Cinere-Jagorawi
Lelang Obligasi Kembali Kelebihan Penawaran
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
UU RI nomor 24 Tahun 2002 Tentang Surat Utang Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data