|
Ekonomi & Bisnis
Bank Mandiri Bantah Gaet Bank Lippo
Senin, 21 Maret 2005 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Bank Mandiri Tbk. menyatakan belum ada rencana menggabungkan PT Bank Lippo Tbk.
Wakil Presiden Direktur Bank Mandiri I Wayan Pugeg memastikan kabar yang santer beredar dalam sepekan terakhir itu tidak benar.
?Siapa bilang?? kata Pugeg saat ditemui di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3).
Pugeg membenarkan bahwa Bank Mandiri memiliki rencana untuk melakukan merger atau akuisisi untuk menunjang pertumbuhannya. Namun, hingga saat ini, manajemen belum membuat daftar bank yang menjadi incaran. Soal tenggat waktu, dia pun enggan berkomentar.
Dalam melakukan rencana ini, kata dia, manajemen mempertimbangkan dua hal, yaitu sinergi dan economic scale (membuat lebih besar dan efisien). ?Sehingga prospeknya bagus,? kata dia.
Bank yang menjadi sasaran, menurut dia, bisa saja bank pemerintah lainnya, atau bank swasta nasional.
Isu merger dan akuisisi marak dalam beberapa pekan terakhir setelah Bank Indonesia menyatakan akan mempercepat proses konsolidasi perbankan nasional. Jumlah bank yang terbilang cukup banyak?lebih dari 130 bank--dengan kondisi kesehatan yang beragam dinilai kurang kondusif dan menyulitkan pengawasan.
Pemerintah memiliki empat bank yang direncanakan ikut dalam proses konsolidasi ini, yaitu BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN. BNI dan BRI tengah berlomba untuk ?menggaet? BTN. Hingga saat ini, pemerintah belum memutuskan. Di sisi lain, berkembang kabar Bank Mandiri akan menarik Bank Lippo.
Terkait rencana hapus tagih yang telah ditetapkan pada RUPS Bank Mandiri tahun lalu, Pugeg mengatakan, manajemen belum dapat melaksanakan karena belum adanya peraturan pemerintah soal ini. ?Kami masih menunggu, belum berani melaksanakan,? ujarnya.
Ketika dikonfirmasi bahwa pemerintah hanya berencana mengeluarkan peraturan pemerintah soal hapus tagih utang macet usaha mikro, kecil dan menengah, Pugeg menjawab, ?Apapun keputusan pemerintah kami akan patuh.?
Ditanya mengenai penerbitan obligasi dolar tahun ini, menurut Pugeg, masih menunggu persetujuan Bank Indonesia. Ihwal besaran angkanya pun, dia mengaku belum bisa memastikan karena belum ada persetujuan dari BI.
Budi Riza
INDEKS BERITA LAINNYA :
|